DetikPulsa – Kota Dunia Terbaik, Sejumlah kota di berbagai belahan dunia dinilai sebagai tempat tinggal ideal bagi kelompok dewasa muda atau young adults. Bagi generasi Z maupun kalangan Milenial akhir yang memiliki rencana menetap di luar negeri, beberapa destinasi berikut dianggap menawarkan kombinasi terbaik antara peluang hidup dan kenyamanan.

8 Kota Dunia Terbaik untuk Ditinggali di Usia 30 Tahunan
Kelompok dewasa muda umumnya berada pada rentang usia 20 hingga 40 tahun, fase kehidupan yang sering dianggap paling dinamis karena identik dengan pencarian karier, pendidikan, pengalaman baru, hingga pembentukan masa depan.
Tidak sedikit orang memilih pindah ke luar negeri demi mengejar pekerjaan impian, meningkatkan taraf hidup, melanjutkan pendidikan, atau sekadar mencari lingkungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pribadi. Apalagi, tren kerja jarak jauh kini semakin berkembang sehingga peluang tinggal di negara lain terasa lebih realistis.
Sebelum menentukan tempat menetap, para young adults biasanya mempertimbangkan sejumlah aspek penting, mulai dari prospek pekerjaan, biaya hidup, kenyamanan lingkungan, hingga kualitas fasilitas publik yang tersedia.
Berdasarkan rekomendasi yang dihimpun oleh Travel and Leisure melalui pandangan para ahli perjalanan internasional, berikut beberapa kota terbaik untuk ditinggali oleh dewasa muda pada 2026:
1. Chiang Mai, Thailand
Chiang Mai menjadi salah satu destinasi favorit bagi generasi muda, terutama pekerja remote dan digital nomad. Popularitas Thailand sebagai tempat tinggal sementara maupun jangka panjang meningkat setelah pemerintah memperkenalkan Destination Thailand Visa (DTV), yang memungkinkan warga asing menetap lebih lama sambil bekerja dari jarak jauh.
Penulis sekaligus editor buletin Nomadico, Tim Leffel, menilai Chiang Mai sebagai kota paling ideal di Thailand untuk kaum muda yang ingin memulai fase baru kehidupan dengan biaya hidup relatif terjangkau.
Menurutnya, banyak pendatang asing di kota ini hanya mengalokasikan kurang dari USD500 atau sekitar Rp8,5 juta per bulan untuk biaya sewa tempat tinggal. Selain ramah di kantong, Chiang Mai juga menawarkan komunitas ekspatriat yang aktif serta peluang berjejaring yang luas.
2. Toronto, Kanada
Bagi mereka yang mencari keseimbangan antara perkembangan karier dan kualitas hidup, Toronto dianggap sebagai salah satu pilihan terbaik. Pendiri U.K. Expat Mortgage, Luther Yeates, menyebut kota terbesar di Kanada tersebut sebagai destinasi ideal bagi kaum muda pada 2026.
Yeates mengungkapkan bahwa banyak kliennya berhasil mengembangkan karier secara signifikan setelah menetap di Toronto. Walaupun biaya hidup dan harga properti tergolong tinggi, peluang profesional yang besar dinilai mampu mengimbangi pengeluaran tersebut.
Selain kesempatan kerja yang luas, Toronto menawarkan infrastruktur publik yang memadai, akses layanan kesehatan yang baik, lingkungan multikultural, serta keseimbangan antara kehidupan perkotaan dan ruang terbuka hijau.

3. Dublin, Irlandia
Dublin juga masuk dalam daftar kota yang direkomendasikan untuk generasi muda, khususnya bagi mereka yang menyukai kehidupan sosial yang aktif serta tertarik dengan sejarah dan budaya Eropa.
Menurut Yeates, ibu kota Irlandia ini memiliki atmosfer yang dinamis dengan banyak tempat hiburan, komunitas internasional, dan lingkungan sosial yang terbuka.
Biaya hidup bulanan di Dublin diperkirakan mencapai sekitar USD1.210 atau setara Rp20,6 juta, belum termasuk biaya tempat tinggal. Namun, kota ini dikenal sebagai salah satu pusat industri teknologi di Eropa sehingga menawarkan prospek kerja yang menjanjikan, terutama bagi profesional di sektor digital dan teknologi.
Di samping itu, sistem transportasi umum dan layanan kesehatan di Dublin dinilai cukup baik. Tantangan utama bagi pendatang biasanya terletak pada adaptasi terhadap cuaca yang lebih dingin dibanding negara tropis.
Berikut lanjutan versi baru dengan bentuk dan format yang sama, menggunakan bahasa alami, resmi, tanpa pengulangan kata, dan tetap selaras dengan bagian sebelumnya:
4. Da Nang, Vietnam
Selain Chiang Mai, Da Nang di Vietnam juga dinilai sebagai destinasi menarik bagi kalangan dewasa muda. Tim Leffel menyebut kota pesisir ini menawarkan kombinasi biaya hidup yang terjangkau dengan komunitas anak muda yang aktif dan terus berkembang.
Estimasi pengeluaran hidup bagi satu orang di Da Nang berada di kisaran USD423 atau sekitar Rp7,2 juta per bulan, di luar biaya tempat tinggal. Kota ini juga dinilai memiliki prospek profesional yang cukup baik, khususnya di sektor teknologi, karena banyak perusahaan maupun pengusaha yang mencari talenta digital dari kawasan tersebut.
Tak hanya unggul dari sisi ekonomi, Da Nang juga memiliki sejumlah pantai yang menjadi daya tarik tersendiri. Kondisi tersebut membuat kota ini cocok bagi generasi muda yang ingin menyeimbangkan produktivitas kerja dengan gaya hidup santai dan rekreasi.

5. Bangkok, Thailand
Bangkok turut masuk dalam daftar kota yang direkomendasikan untuk generasi muda, terutama bagi pekerja remote dan freelancer. Luther Yeates menilai ibu kota Thailand tersebut menawarkan peluang kerja yang cukup luas dengan biaya hidup yang relatif bersahabat.
Menurutnya, banyak orang dapat membangun karier sebagai pekerja lepas maupun pelaku usaha lokal dengan kualitas hidup yang tetap baik di Bangkok. Pengeluaran sehari-hari juga dinilai lebih rendah dibanding sejumlah kota besar lain di dunia.
Selain itu, Bangkok dikenal memiliki komunitas ekspatriat yang besar, sehingga memudahkan pendatang menemukan lingkungan sosial dengan visi, minat, dan semangat berkembang yang serupa.
6. Bansko, Bulgaria
Bansko di Bulgaria menjadi opsi menarik lain bagi generasi muda yang memiliki mobilitas tinggi. Tim Leffel menilai ada dua alasan utama mengapa kota ini layak dipertimbangkan, yakni lokasinya yang strategis dan biaya hidup yang tergolong rendah.
Bansko berada cukup dekat dengan sejumlah kota populer di Eropa, sehingga cocok bagi para digital nomad yang gemar berpindah tempat. Dari sisi finansial, kota ini juga dianggap ramah untuk ekspatriat yang ingin berkembang tanpa tekanan biaya besar.
Leffel menjelaskan bahwa harga sewa apartemen di Bansko relatif terjangkau, berkisar antara 300 hingga 600 euro atau sekitar Rp5,9 juta hingga Rp11,8 juta per bulan. Selain itu, fasilitas coworking space dan komunitas sosial di kota tersebut terus bertumbuh.
:quality(85)/s3/dam/photos/40/5b/01/57/7048fb1a03e6d9d39527c3fdfe29c62834da6960675ca5dc9e11770c.jpg)
7. Montevideo, Uruguay
Montevideo, ibu kota Uruguay, juga disebut sebagai destinasi menarik bagi dewasa muda yang mencari keseimbangan antara keamanan dan kualitas hidup. Leffel menyebut Uruguay sebagai salah satu negara paling terbuka dan aman di kawasan Amerika.
Walaupun biaya hidup di Uruguay cenderung lebih tinggi dibanding negara tetangganya seperti Argentina atau Brasil, Montevideo tetap menawarkan kenyamanan bagi para ekspatriat.
Untuk kebutuhan hidup bulanan, seseorang diperkirakan memerlukan biaya di bawah USD1.000 atau sekitar Rp19,7 juta, belum termasuk biaya tempat tinggal. Beberapa kawasan seperti Ciudad Vieja, Centro, Pocitos, hingga Carrasco menjadi area favorit di kalangan warga asing.
8. Lisbon, Portugal
Lisbon di Portugal melengkapi daftar kota terbaik untuk generasi muda yang ingin tinggal di luar negeri. Kota ini dikenal memiliki komunitas ekspatriat yang mapan serta kualitas hidup yang dinilai sangat baik.
Meski biaya sewa di pusat kota cukup tinggi, Lisbon masih dianggap lebih terjangkau dibanding banyak kota besar lain di Eropa Barat. Hal ini membuatnya cocok bagi pekerja remote atau digital nomad yang menginginkan lingkungan nyaman tanpa biaya hidup yang terlalu tinggi.
Yeates menilai Lisbon sangat layak dipertimbangkan oleh generasi Z karena menawarkan iklim yang menyenangkan, pantai yang indah, gaya hidup seimbang, serta komunitas internasional yang berkembang pesat.
Selain itu, fasilitas transportasi publik dan akses kesehatan di Portugal juga tergolong baik. Kombinasi tersebut membuat Lisbon menjadi salah satu kota favorit bagi kaum muda yang ingin membangun kehidupan baru di luar negeri.







