Detik Pulsa – Keju Terbaik untuk Diet, Banyak orang mengira keju harus dihindari saat menjalani program diet karena kandungan lemak dan kalorinya yang cukup tinggi. Padahal, keju tetap dapat dikonsumsi selama proses menurunkan berat badan, asalkan memilih jenis yang tepat dan memperhatikan porsinya.

5 Keju Terbaik untuk Diet, Bantu Turunkan BB
Keju juga memiliki manfaat nutrisi yang penting bagi tubuh. Kandungan protein di dalamnya dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama, sehingga berpotensi mengurangi keinginan untuk ngemil berlebihan. Selain itu, keju mengandung mineral seperti kalsium dan fosfor yang baik untuk kesehatan tulang.
Jika sedang menjalani pola makan sehat atau diet penurunan berat badan, berikut beberapa jenis keju yang bisa menjadi pilihan karena relatif lebih ramah kalori dan tetap kaya nutrisi:
1. Keju Cottage
Cottage cheese atau keju cottage dikenal sebagai salah satu pilihan terbaik untuk diet. Teksturnya lembut dengan warna putih khas, dibuat dari dadih susu sapi, dan umumnya memiliki kandungan lemak yang lebih rendah dibanding jenis keju lain.
Dalam sekitar 28 gram keju cottage rendah lemak terkandung sekitar 23 kalori, 3,3 gram protein, 0,8 gram lemak, serta 1,3 gram karbohidrat. Keju ini juga menyumbang kebutuhan kalsium harian.
Berkat kadar proteinnya yang cukup tinggi, keju cottage sering direkomendasikan untuk membantu menjaga rasa kenyang lebih lama. Konsumsinya juga fleksibel, mulai dari campuran buah, topping roti panggang, hingga pelengkap menu sarapan sehat.

2. Keju Mozzarella
Mozzarella termasuk jenis keju lunak yang banyak digunakan dalam berbagai hidangan. Umumnya dibuat dari susu sapi atau susu kerbau dan memiliki kandungan kalori yang relatif lebih rendah dibanding beberapa jenis keju lainnya.
Dalam porsi sekitar 28 gram, mozzarella mengandung kurang lebih 85 kalori, 6 gram protein, 6 gram lemak, dan sekitar 1 gram karbohidrat. Kandungan kalsiumnya juga cukup tinggi untuk membantu memenuhi kebutuhan harian.
Keju ini cocok digunakan sebagai pelengkap salad, sandwich, atau makanan ringan dengan porsi terkontrol.
3. Keju Feta
Keju feta sangat populer dalam hidangan khas Yunani dan umumnya dibuat dari susu kambing atau susu domba. Ciri khasnya terletak pada tekstur yang sedikit rapuh dan cita rasa asin yang cukup kuat.
Dalam satu porsi sekitar 28 gram, feta mengandung sekitar 75 kalori, 6 gram lemak, dan 4 gram protein. Karena rasanya cukup dominan, penggunaan dalam jumlah kecil saja sudah dapat meningkatkan cita rasa makanan.
Hal tersebut membuat feta menjadi pilihan menarik bagi pelaku diet yang ingin menikmati makanan lezat tanpa menambah terlalu banyak kalori.

4. Keju Swiss
Keju Swiss dikenal lewat tampilannya yang khas dengan lubang-lubang kecil hasil proses fermentasi. Jenis keju semi-keras ini biasanya berasal dari susu sapi dan memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
Sekitar 28 gram keju Swiss mengandung 111 kalori, 8 gram protein, dan 9 gram lemak, serta memenuhi sebagian kebutuhan kalsium harian.
Selain mendukung pola makan sehat, keju Swiss juga menjadi opsi bagi orang yang ingin membatasi konsumsi garam karena kadar natriumnya cenderung lebih rendah dibanding banyak jenis keju lain.
5. Keju Ricotta
Ricotta dibuat dari whey atau cairan sisa proses pembuatan keju. Meski berasal dari produk sampingan, ricotta tetap memiliki tekstur lembut dan kaya nutrisi sehingga populer digunakan dalam berbagai sajian.
Dalam sekitar 123 gram ricotta terdapat sekitar 186 kalori, 13 gram lemak, dan 9 gram protein. Kandungan proteinnya menjadikannya alternatif yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi selama diet.
Ricotta dapat dinikmati sebagai olesan roti, campuran menu sarapan, atau pelengkap hidangan sehat lainnya untuk meningkatkan asupan protein harian.
Pada dasarnya, mengonsumsi keju saat diet bukanlah masalah selama jenis yang dipilih sesuai dan porsinya tetap terjaga. Dengan kombinasi pola makan seimbang serta aktivitas fisik yang cukup, keju tetap bisa menjadi bagian dari menu sehat sehari-hari.







