DetikPulsa – Modus Penipuan QRIS Palsu, Penggunaan Quick Response code Indonesian Standard (QRIS) terus meningkat seiring pesatnya perkembangan transaksi digital di Indonesia. Di balik kemudahan tersebut, masyarakat juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang memanfaatkan kode QR palsu untuk menguras dana korban.

Tips Cegah 5 Modus Penipuan QRIS Palsu
Menurut data Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS telah mencapai puluhan juta hingga awal 2026 dan terus bertambah, termasuk melalui implementasi pembayaran lintas negara dengan sejumlah negara mitra. Seiring meningkatnya penggunaan, berbagai bentuk kejahatan digital yang memanfaatkan QRIS juga semakin beragam.
Berikut beberapa modus penipuan QRIS yang perlu diwaspadai.
1. Mengganti kode QR di lokasi umum
Salah satu modus yang kerap ditemukan adalah mengganti kode QR asli dengan QR palsu di tempat-tempat umum seperti toko, restoran, hingga kotak donasi.
Pelaku biasanya menempelkan kode QR miliknya di atas QR resmi sehingga dana yang dikirim korban masuk ke rekening pribadi pelaku tanpa disadari.
2. Menggunakan tangkapan layar transaksi lama
Modus ini umumnya menyasar para pelaku usaha. Penipu memperlihatkan bukti pembayaran berupa tangkapan layar transaksi lama yang telah diedit agar terlihat seperti transaksi baru.
Apabila penjual tidak melakukan pengecekan secara langsung pada aplikasi pembayaran, transaksi palsu tersebut dapat dianggap berhasil.

3. Mengarahkan pembayaran ke rekening lain
Pelaku juga dapat mengirimkan kode QR yang berbeda dengan alasan tertentu sehingga korban diarahkan melakukan pembayaran ke rekening yang bukan milik merchant sebenarnya.
Karena sebagian pengguna belum memahami proses pembayaran digital secara menyeluruh, cara ini masih sering dimanfaatkan untuk melakukan penipuan.
4. Penipuan berkedok hadiah atau keuntungan
Dalam modus ini, pelaku menghubungi korban dengan mengatasnamakan instansi atau perusahaan tertentu dan menawarkan hadiah, promo, maupun keuntungan finansial.
Korban kemudian diminta melakukan pembayaran atau memindai QRIS tertentu dengan alasan administrasi maupun verifikasi, padahal dana tersebut langsung masuk ke rekening pelaku.
5. Phishing melalui situs palsu
Pelaku membuat halaman internet yang tampilannya menyerupai situs resmi penyedia layanan pembayaran. Korban yang tidak menyadari perbedaannya akan memasukkan data pribadi dan melakukan transaksi melalui QRIS yang telah disiapkan oleh pelaku.
Selain kehilangan uang, korban juga berisiko mengalami penyalahgunaan data pribadi.

Cara menghindari penipuan QRIS
Pastikan penerima pembayaran merupakan pihak resmi
Sebelum menyelesaikan transaksi, selalu periksa nama penerima yang muncul pada aplikasi pembayaran. Pastikan identitas tersebut sesuai dengan nama toko, lembaga, atau penyedia layanan yang sebenarnya.
Periksa keaslian kode QR
Pastikan kode QR yang dipindai berasal dari merchant resmi dan tidak terlihat ditempel atau ditimpa oleh stiker lain. Apabila terdapat tanda-tanda perubahan pada barcode, sebaiknya lakukan konfirmasi kepada petugas terlebih dahulu.
Bagi pelaku usaha, jangan hanya mengandalkan bukti pembayaran dari pelanggan. Selalu pastikan dana benar-benar telah masuk melalui aplikasi atau sistem pembayaran yang digunakan.
Hindari memindai QR dari sumber yang meragukan
Saat melakukan transaksi melalui situs web atau media digital, pastikan alamat situs benar dan berasal dari sumber resmi. Jangan langsung memindai kode QR yang dikirim oleh pihak yang identitasnya tidak dapat dipastikan.
Jaga kerahasiaan kode QR dan data pribadi
Kode QR yang digunakan untuk transaksi maupun informasi pembayaran sebaiknya tidak dibagikan secara sembarangan. Hindari mengunggah dokumen atau kode pembayaran ke media sosial maupun mengirimkannya kepada pihak yang tidak dikenal untuk mengurangi risiko penyalahgunaan data.







