Detik Pulsa – Kepala BGN, Presiden Prabowo Subianto resmi mengganti Dadan Hindayana dari posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Jabatan tersebut kini dipercayakan kepada Nanik Sudaryati Deyang sebagai pimpinan baru lembaga yang bertanggung jawab atas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5368321/original/016716900_1759373110-WhatsApp_Image_2025-10-02_at_09.36.17.jpeg)
Kepala BGN dan 2 Wakil nya Resmi Dicopot Prabowo
Pengumuman pergantian kepemimpinan itu disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Negara pada Selasa (2/6) malam.
Dalam keterangannya, Prasetyo menyampaikan bahwa Presiden juga melakukan perubahan pada jajaran pimpinan lainnya di tubuh BGN. Selain Dadan Hindayana, dua Wakil Kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya turut diberhentikan dari jabatannya. Pemerintah juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi ketiganya selama menjalankan tugas di lembaga tersebut.
Untuk mengisi struktur baru, Presiden menunjuk Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN. Sementara posisi Wakil Kepala BGN kini diisi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
BGN merupakan lembaga pemerintah non-kementerian yang memiliki tanggung jawab dalam memastikan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis. Dadan Hindayana tercatat sebagai Kepala BGN pertama yang dilantik sejak lembaga tersebut dibentuk pada masa awal pemerintahan Presiden Prabowo.
Dadan mulai menjabat sejak Agustus 2024 dan selama masa tugasnya didampingi oleh tiga wakil kepala. Sony Sonjaya bertanggung jawab pada bidang operasional pemenuhan gizi, Lodewyk Pusung menangani pengembangan organisasi dan hubungan kelembagaan, sedangkan Nanik Sudaryati Deyang sebelumnya membidangi komunikasi publik serta investigasi.
Selama kepemimpinan Dadan, pelaksanaan program MBG beberapa kali menjadi sorotan publik, terutama setelah muncul sejumlah kasus keracunan makanan yang dialami siswa penerima manfaat di berbagai daerah. Situasi tersebut mendorong BGN untuk mengambil langkah evaluasi dengan menghentikan sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dinilai bermasalah dalam penyediaan menu makanan.

Berdasarkan data terbaru, sejak program MBG dimulai pada 6 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026, tercatat sebanyak 27.208 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sekitar 8.182 unit pernah dikenai penghentian sementara atau suspend sebagai bagian dari pengawasan kualitas layanan.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto yang telah diperkenalkan sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024. Berdasarkan laporan per 3 Maret 2026, jumlah penerima manfaat program ini telah mencapai lebih dari 61 juta orang, dengan mayoritas penerima berasal dari kalangan pelajar sekolah.
Selain Dadan, Dua Wakil Kepala BGN Juga Dicopot Prabowo
Presiden Prabowo Subianto tidak hanya mengganti Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), tetapi juga merombak jajaran wakil pimpinan lembaga tersebut. Selain Dadan Hindayana, dua Wakil Kepala BGN turut diberhentikan dari jabatan mereka.
Dua pejabat yang dicopot masing-masing adalah Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Sementara itu, Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN mendapat promosi untuk mengisi posisi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana. Pergantian ini diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/6).

“Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian di Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi. Ia juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya selama menjalankan tugas di lembaga tersebut.
Dalam struktur baru BGN, Nanik akan didampingi oleh dua Wakil Kepala yang baru ditunjuk, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono. Agustina sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan Trenggono diketahui pernah menduduki posisi Wakil Direktur Utama PT Agrinas.
Menurut Prasetyo Hadi, perubahan kepemimpinan tersebut merupakan hasil evaluasi pemerintah terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir. Presiden disebut melakukan pemantauan secara berkala terhadap pelaksanaan tugas lembaga, khususnya dalam menjalankan program prioritas nasional.
Dalam beberapa bulan terakhir, BGN memang menjadi sorotan publik. Lembaga tersebut mendapat perhatian terkait sejumlah persoalan, mulai dari kasus dugaan keracunan hingga isu tata kelola pengadaan barang dan jasa dalam pelaksanaan programnya.
BGN sendiri memiliki tanggung jawab utama dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang telah diperkenalkan sejak masa kampanye Pemilihan Presiden 2024. Pemerintah berharap kepemimpinan baru dapat memperkuat koordinasi dan memastikan program berjalan lebih optimal ke depan.







