DetikPulsa – Gencatan Senjata, Iran hingga kini belum secara resmi memastikan kesiapan maupun kehadiran mereka dalam putaran lanjutan perundingan dengan Amerika Serikat yang direncanakan berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Gencatan Senjata Sisa 1 Hari dan Iran Belum Pasti Datang Negosiasi
Jika pembicaraan benar-benar digelar, waktunya diperkirakan jatuh pada Rabu atau Kamis, bertepatan dengan berakhirnya masa gencatan senjata dua pekan.
Washington dan Teheran sebelumnya sepakat menghentikan konflik sementara selama 14 hari sejak 8 April. Dengan demikian, masa jeda tersebut akan berakhir pada 22 April pukul 20.00 waktu Washington DC atau 23 April pukul 03.30 waktu Teheran, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada Senin (20/4) menyatakan belum ada keputusan final terkait partisipasi negaranya dalam agenda tersebut.

“Sampai saat ini, belum ada rencana untuk putaran negosiasi berikutnya dan keputusan pun belum ditetapkan,” ujarnya dalam konferensi pers yang dikutip WANA.
Pernyataan berbeda disampaikan Ketua Parlemen Iran sekaligus pimpinan delegasi putaran pertama, Mohammad Ghalibaf, yang menegaskan kesiapan Iran untuk berdialog, namun menolak tekanan dari pihak lawan.
Ia menekankan bahwa Teheran tidak akan menerima proses negosiasi yang berlangsung di bawah ancaman. Selain itu, Ghalibaf juga membuka kemungkinan langkah konfrontatif apabila pembicaraan gagal mencapai kesepakatan dan gencatan tidak diperpanjang.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya tetap terbuka terhadap jalur diplomasi, selama tidak disertai tekanan atau intimidasi.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menilai peluang perpanjangan gencatan senjata cukup kecil. Ia juga memperingatkan potensi meningkatnya ketegangan apabila kedua negara tidak mencapai kesepakatan.
Situasi saat ini masih penuh ketidakpastian, terutama sebelum seluruh delegasi benar-benar tiba di Islamabad. Delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance dilaporkan dijadwalkan berangkat pada Selasa (21/4).
Meski demikian, proses negosiasi diperkirakan tidak akan berjalan mudah. Sejumlah isu krusial masih menjadi perdebatan antara kedua pihak, mulai dari keamanan Selat Hormuz, kebijakan sanksi, kompensasi konflik, hingga program nuklir Iran, sebagaimana dilaporkan Al Jazeera.







