DetikPulsa – Gameplay GTA 6, Grand Theft Auto 6 kembali menunjukkan besarnya antusiasme publik terhadap game yang telah lama dinantikan tersebut. Tingginya minat terhadap preview resmi terbaru bahkan membuat sejumlah platform streaming sempat mengalami gangguan ketika cuplikan permainan dirilis. Kondisi ini turut memberikan sentimen positif terhadap saham Take-Two Interactive, perusahaan induk Rockstar Games.

Gameplay GTA 6 Gegerkan Platform Streaming usai Resmi Rilis
Netflix menjadi platform pertama yang menayangkan cuplikan panjang GTA 6. Tingginya jumlah pengguna yang mencoba mengakses video tersebut membuat sebagian penonton harus memuat ulang halaman setelah muncul pesan kesalahan. Netflix kemudian mengonfirmasi bahwa gangguan tersebut hanya berlangsung singkat dan layanan segera kembali normal.
Selain Netflix, Twitch juga dilaporkan menghadapi peningkatan lalu lintas secara signifikan. Platform streaming tersebut menjadi tempat para gamer menyaksikan sekaligus membagikan reaksi mereka terhadap gameplay terbaru GTA 6.
Game keenam dalam seri utama Grand Theft Auto itu dijadwalkan meluncur pada 19 November untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Ekspektasi terhadap judul ini sangat besar, mengingat kesuksesan GTA 5 yang hingga kini masih menjadi salah satu produk hiburan paling laris di dunia.

Data perusahaan analitik Newzoo memperkirakan nilai pre-order GTA 6 secara global telah mencapai sekitar USD 260 juta. Potensi pendapatan pada pekan pertama setelah peluncuran bahkan diproyeksikan dapat menyentuh USD 4,5 miliar.
Christopher Dring, pendiri The Game Business, menilai langkah Netflix menayangkan preview GTA 6 menunjukkan besarnya daya tarik game tersebut. Menurutnya, keputusan itu menjadi bukti bahwa GTA 6 memiliki posisi yang sangat kuat di industri hiburan.
GTA 5 sendiri masih mampu mempertahankan posisinya di jajaran game dengan penjualan tahunan tertinggi meski telah berusia lebih dari satu dekade. Antusiasme terhadap materi terbaru GTA 6 juga menunjukkan bahwa berbagai bocoran sebelumnya belum mengurangi ketertarikan calon pemain terhadap produk tersebut.
Respons positif pasar turut terlihat dari pergerakan saham Take-Two yang meningkat sekitar 2,5%. Sejumlah analis dari Morgan Stanley dan JPMorgan juga memberikan pandangan optimistis terhadap prospek perusahaan tersebut menjelang peluncuran GTA 6.

Keluhan Para Gamer
Di balik antusiasme besar tersebut, GTA 6 juga menghadapi sejumlah kritik dari komunitas pemain. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah kabar bahwa game tersebut akan lebih berfokus pada distribusi digital dan tidak menyediakan versi fisik dalam bentuk cakram.
Pihak yang diduga bertanggung jawab atas kebocoran informasi GTA 6 sebelumnya mengklaim bahwa aksinya merupakan bentuk protes terhadap kebijakan Rockstar Games terkait distribusi produk. Mereka juga mengaitkannya dengan rencana Sony untuk menghentikan produksi cakram PlayStation pada 2028.
CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick menilai distribusi melalui cakram fisik sudah semakin kurang relevan bagi konsumen maupun perusahaan. Ia menyebut lebih dari 90% bisnis perusahaan kini telah menggunakan sistem distribusi digital.
Perubahan kebiasaan konsumen tersebut sejalan dengan data Circana yang menunjukkan penjualan game fisik di Amerika Serikat terus mengalami penurunan. Nilai pengeluaran untuk produk game berbentuk cakram bahkan telah mencapai titik terendah dalam catatan industri.
Peluncuran GTA 6 juga diharapkan dapat memberikan dorongan terhadap pasar konsol yang tengah menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya komponen, termasuk memori dan media penyimpanan.
Kenaikan harga perangkat terbaru menjadi salah satu tantangan bagi industri. Xbox Series X versi standar, misalnya, kini disebut mencapai harga sekitar USD 800, jauh lebih tinggi dibandingkan banderol awal sebesar USD 500 ketika konsol tersebut diperkenalkan pada 2020.







