Detik Pulsa – Tabrakan Kereta di Bekasi, Korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan antara kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, dilaporkan bertambah menjadi lima orang.

Tabrakan Kereta di Bekasi, Korban 7 Orang Meninggal
Selain itu, masih terdapat tiga korban yang terjebak di lokasi kejadian, sementara puluhan lainnya telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit. Pihak PT KAI menyebut total 79 korban telah menjalani observasi di sembilan rumah sakit berbeda.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa perusahaan telah mendirikan posko tanggap darurat untuk membantu penanganan korban serta koordinasi di lapangan. Ia juga memastikan bahwa salah satu jalur rel di Stasiun Bekasi Timur sudah kembali beroperasi setelah proses evakuasi kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan selesai dilakukan.
Dari sisi penumpang, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat dan telah dievakuasi. Sementara itu, sebanyak 38 penumpang KRL Commuter Line berhasil dievakuasi dan sebagian di antaranya menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang dialami.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika sebuah taksi menabrak KRL di perlintasan sebidang dekat kawasan Bulak Kapal. Tabrakan tersebut menyebabkan KRL berhenti di jalur rel. Dalam kondisi tersebut, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan akhirnya menabrak rangkaian KRL yang tengah berhenti.

Taksi Green SM Buka Suara soal Insiden Kecelakaan KA di Bekasi Timur
Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan salah satu unit kendaraannya dalam insiden kecelakaan kereta di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Melalui akun media sosial resminya, perusahaan menyampaikan keprihatinan atas kejadian di perlintasan rel yang melibatkan armadanya dengan kereta yang sedang melintas.
Dalam pernyataannya, pihak perusahaan menegaskan telah menyerahkan informasi yang dibutuhkan kepada otoritas terkait serta mendukung penuh proses penyelidikan yang tengah berlangsung. Selain itu, mereka juga menekankan komitmen untuk terus menjaga standar keselamatan operasional melalui pengawasan ketat dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.
Perusahaan turut menyampaikan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap aspek operasionalnya. Mereka juga berjanji akan memberikan pembaruan informasi secara berkala setelah mendapatkan data yang telah diverifikasi dari pihak berwenang.
Berdasarkan data terbaru dari PT KAI, jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut mencapai lima orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses evakuasi. Sebanyak 79 penumpang dilaporkan mengalami luka dan telah mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa proses evakuasi dilakukan secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan korban. Ia juga menegaskan bahwa penyelidikan penyebab kecelakaan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi agar dapat dianalisis secara menyeluruh.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5567699/original/044644800_1777308658-Proses_evakuasi_korban_tabrakan_kereta_di_Bekasi__5_.jpeg)
KNKT akan Investigasi Kecelakaan Kereta di Bekasi
Insiden kecelakaan serius yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL Commuter Line terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam. Peristiwa ini menimbulkan gangguan operasional serta korban jiwa dan luka-luka.
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa kejadian bermula dari tabrakan sebuah taksi berwarna hijau di perlintasan sebidang JPL 85.

Menhub Serahkan Investigasi ke KNKT
Insiden awal tersebut diduga mengganggu sistem operasional perkeretaapian di area emplasemen stasiun, yang kemudian berujung pada tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line rute Jakarta–Cikarang.
Bobby menyatakan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan dan sepenuhnya diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi.
Ia juga menambahkan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan memotong sebagian rangkaian kereta yang mengalami kerusakan, di mana sebagian gerbong telah berhasil ditarik keluar dari lokasi kejadian.
Menurut keterangan, korban dalam insiden ini mayoritas berasal dari penumpang KRL, khususnya pada gerbong bagian belakang yang mengalami dampak paling parah. Sementara itu, seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat setelah berhasil dievakuasi.
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menyampaikan duka cita mendalam kepada para korban serta berharap korban luka segera pulih. Ia menegaskan bahwa investigasi akan dilakukan secara menyeluruh oleh KNKT untuk memastikan penyebab kecelakaan dapat diketahui secara objektif.
Selain itu, peristiwa ini disebut sebagai pelajaran penting bagi peningkatan keselamatan dan pelayanan transportasi kereta di masa mendatang.
Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Jadi 7 Orang
Berdasarkan pembaruan data, jumlah korban meninggal dunia mencapai tujuh orang, sementara penanganan korban luka dilakukan di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, termasuk RSUD Bekasi, RS Siloam Bekasi Timur, dan RS Mitra Keluarga Bekasi. Seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur.
13 Kereta Jarak Jauh Dibatalkan Hari Ini
Dampak dari kejadian ini juga menyebabkan pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh pada Selasa (28/4/2026). Sedikitnya 13 perjalanan kereta dibatalkan guna mendukung proses evakuasi serta memastikan keamanan operasional di jalur terdampak. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk menjaga keselamatan penumpang sekaligus mempercepat penanganan di lokasi kecelakaan.
Mengutip info resmi KAI, setidaknya hari ini ada 13 Kereta yang dibatalkan:
1. 117B KA Gunungjati Cirebon-Gambir
2. 56F-53F KA Purwojaya Cilacap – Gambir
3. 58F-59F KA Purwojaya Gambir-Cilacap
4. 143B KA Madiun Jaya Madiun-Pasarsenen
5. 17 KAArgo Sindoro Semarang Tawang-Gambir
6. 75B KA Mataram Solo Balapan-Pasarsenen
7. 163 KA Gumarang Surabaya Pasarturi- Pasarsenen
8. 149 KA Singasari Blitar-Pasarsenen
9. 94-91 KA Jayabaya Malang – Pasarsenen
10. 61B KA Manahan Solo Balapan- Gambir
11. 257 KA Progo Lempuyangan-Pasarsenen
12. 29F KA Argo Anjasmoro Surabaya Pasarturi-Gambir
13. 175 KA Menoreh Semarang Tawang-Pasarsenen






