DetikPulsa – Kekayaan Rudy Mas’ud, Aksi demonstrasi berlangsung di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada Selasa, 21 April 2026. Unjuk rasa tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan diwarnai berbagai tuntutan serius terhadap kinerja pemerintah daerah.

Kekayaan Rudy Mas’ud Total Harta Rp 166 M
Massa yang terdiri dari mahasiswa, Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim, komunitas penyandang disabilitas, hingga sejumlah organisasi masyarakat bergerak dari Gedung DPRD menuju Kantor Gubernur. Mereka membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah provinsi.
Dalam orasi yang disampaikan, para demonstran menyoroti dugaan minimnya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah. Selain itu, isu praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme turut menjadi perhatian utama.
Tiga tuntutan pokok diajukan, yakni audit menyeluruh terhadap kebijakan Pemprov Kaltim, pemberantasan praktik KKN, serta dorongan kepada DPRD agar memperkuat fungsi pengawasan.
Sorotan publik kemudian meluas hingga menyentuh latar belakang pribadi gubernur, termasuk kekayaan yang dimilikinya sebelum menjabat.

Profil singkat Rudy Mas’ud
Rudy Mas’ud lahir di Balikpapan pada 7 Desember 1981. Ia menempuh pendidikan di Universitas Mulawarman dengan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 2006, Magister Ekonomi pada 2020, serta Doktor pada 2024.
Sebelum terjun ke dunia politik, ia dikenal sebagai pengusaha, khususnya di sektor perkapalan. Ia pernah menjabat sebagai Direktur di PT Barokah Bersaudara Perkasa pada periode 2000–2018 dan Direktur Utama PT Barokah Gemilang Perkasa pada 2008–2018.
Karier politiknya dimulai saat terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 di Komisi VII. Ia juga aktif di Partai Golkar sebagai Wakil Sekretaris Jenderal DPP serta Ketua DPD Golkar Kalimantan Timur. Pada Pilkada 2024, ia terpilih sebagai gubernur bersama wakilnya, Seno Aji.
Rincian kekayaan Rudy Mas’ud
Nama Rudy Mas’ud semakin menjadi perhatian setelah laporan harta kekayaannya dalam LHKPN tahun 2025 dipublikasikan.
- Tanah dan bangunan senilai kurang lebih Rp26,5 miliar yang tersebar di Jakarta Selatan dan Penajam Paser Utara
- Alat transportasi dan mesin sekitar Rp250 juta, terdiri dari Honda CR-V 2010, Honda Freed 2008, dan Suzuki X-Over 2007
- Harta bergerak lainnya sebesar Rp450 juta
- Kas dan setara kas sekitar Rp28 miliar
- Total harta sebelum dikurangi utang mencapai sekitar Rp279,2 miliar
- Utang tercatat sekitar Rp112,6 miliar
Setelah dikurangi kewajiban tersebut, total kekayaan bersihnya berada di kisaran Rp166,5 miliar.

Kontroversi mobil dan renovasi rumah dinas
Belum genap setahun menjabat, Rudy Mas’ud menjadi sorotan setelah muncul rencana pengadaan mobil dinas senilai Rp8,5 miliar melalui APBD Perubahan 2025.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut kendaraan tersebut dibutuhkan untuk menunjang mobilitas gubernur di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang. Sekretaris Daerah Kaltim, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa kendaraan itu diperlukan untuk menjangkau daerah dengan medan ekstrem.
Namun, kebijakan tersebut menuai kritik dari masyarakat yang menilai anggaran tersebut terlalu besar dan kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi saat ini. Rudy Mas’ud sendiri menyampaikan bahwa selama ini ia masih menggunakan kendaraan pribadi karena belum tersedia mobil dinas yang dinilai memadai.
Selain itu, rencana renovasi rumah jabatan gubernur dengan anggaran mencapai Rp25 miliar juga memicu perhatian publik. Kebijakan ini dinilai memperkuat persepsi pemborosan anggaran di tengah tuntutan transparansi dan efisiensi.
Kedua isu tersebut turut menjadi salah satu pemicu aksi demonstrasi pada April 2026. Besarnya nilai kekayaan yang dimiliki serta sejumlah kebijakan yang dianggap kontroversial membuat kritik terhadap kepemimpinan Rudy Mas’ud semakin menguat.
Masyarakat pada dasarnya menuntut keterbukaan, akuntabilitas, serta kebijakan yang lebih berpihak pada kepentingan publik. Mereka juga mendesak agar gubernur bersedia melakukan dialog langsung, mengingat jabatan yang diemban merupakan amanah dari rakyat.







