Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

4 Astronaut Artemis II Segera Pulang Ke Bumi

4 Astronaut Artemis II Segera Pulang Ke Bumi
Table of contents: [Hide] [Show]

DetikPulsa – Astronaut Artemis II, Empat astronaut dalam misi Artemis II telah menyelesaikan perjalanan mengelilingi Bulan dari jarak dekat dan kini tengah menuju kembali ke Bumi. Meski demikian, tahap kepulangan ini menyimpan risiko besar yang harus dihadapi.

4 Astronaut Artemis II Segera Pulang Ke Bumi
Bulan

4 Astronaut Artemis II Segera Pulang Ke Bumi

Pesawat ruang angkasa Orion yang membawa awak tersebut melaju dengan kecepatan sangat tinggi saat memasuki kembali atmosfer Bumi, bahkan mencapai lebih dari 30 kali kecepatan suara.

Tekanan ekstrem akibat kompresi molekul udara mampu meningkatkan suhu permukaan luar kapsul hingga melampaui 2.760 derajat Celsius.

“Saya harus jujur, saya sudah memikirkan proses pendaratan kembali sejak 3 April 2023, ketika kami ditugaskan dalam misi ini,” ujar astronaut Artemis II Victor Glover terkait fase tersebut, Jumat (10/4).

“Dalam salah satu konferensi pers awal, kami ditanya apa yang paling kami nantikan. Saya menjawab pendaratan di air. Mungkin terdengar sederhana, tetapi itu sangat berarti karena kami harus kembali dengan selamat. Banyak data yang telah dikumpulkan, dan masih ada banyak cerita serta gambar yang akan kami bawa pulang,” lanjutnya.

Fase masuk kembali ke atmosfer dikenal sebagai salah satu tahapan paling krusial dalam misi luar angkasa. Pada Artemis II, proses ini tetap menjadi perhatian karena adanya kendala yang sebelumnya teridentifikasi dan terus dipantau oleh tim pengendali.

Permasalahan tersebut terungkap setelah uji coba Artemis I tanpa awak pada 2022. Setelah misi itu berakhir, ditemukan adanya lubang serta retakan pada perisai panas kapsul yang menimbulkan kekhawatiran.

4 Astronaut Artemis II Segera Pulang Ke Bumi
Astronaut Artemis II

Perisai panas berperan vital dalam melindungi wahana dan awak dari suhu ekstrem selama proses kembali ke Bumi.

Walaupun Orion pada misi Artemis I berhasil mendarat dengan aman, kerusakan yang terjadi memunculkan pertanyaan mengenai karakteristik material Avcoat yang digunakan, serta responsnya terhadap kondisi ekstrem selama fase akhir penerbangan.

Jika komponen tersebut mengalami kerusakan serius, risiko kegagalan fatal tidak dapat dihindari. Pada tahap ini, tidak tersedia sistem penyelamatan yang mampu menyelamatkan awak. Kegagalan perisai panas dapat berujung pada hilangnya misi beserta seluruh kru.

Orion untuk Artemis II menggunakan perisai panas yang hampir serupa dengan versi sebelumnya, dan pihak NASA mengakui bahwa desain tersebut belum sepenuhnya ideal.

Meski begitu, badan antariksa tersebut tetap optimistis bahwa sistem yang ada mampu mengantarkan Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen kembali dengan selamat, berkat penyesuaian pada strategi masuk kembali.

Amit Kshatriya, wakil administrator NASA, menyatakan bahwa tim misi telah mempersiapkan segala aspek secara matang, memahami keterbatasan yang ada, serta memiliki pendekatan untuk melindungi awak.

“Para astronaut mempertaruhkan keselamatan mereka berdasarkan keyakinan tersebut,” ujarnya, seraya menegaskan bahwa tingkat risikonya sangat tinggi.

“Orion akan memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 25.000 mil per jam, dan seluruh beban panas akan ditanggung oleh perisai tersebut,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa seluruh sistem penting yang diuji selama sembilan hari terakhir—mulai dari penunjang kehidupan hingga komunikasi—akan sangat bergantung pada fase akhir penerbangan.

Temuan dari Artemis I mendorong NASA melakukan serangkaian investigasi, analisis, serta pengujian lanjutan selama lebih dari satu tahun guna memahami perilaku material perisai panas.

4 Astronaut Artemis II Segera Pulang Ke Bumi
Artemis

Saat Artemis I kembali, komponen pelindung panas untuk Artemis II telah dipasang, sehingga perubahan desain tidak lagi memungkinkan untuk misi berawak ini.

Sebagai langkah mitigasi, NASA memilih jalur masuk kembali yang berbeda dibandingkan misi sebelumnya.

Menurut Direktur Penerbangan NASA Rick Henfling, jika pada 2022 digunakan metode reentry “skip”, maka pada misi kali ini akan diterapkan pendekatan yang lebih “lofted”.

Perubahan lintasan tersebut diharapkan mampu menghasilkan distribusi panas yang lebih terkendali, sehingga dapat mengurangi potensi retakan pada perisai, meskipun tidak sepenuhnya menghilangkannya.

Hasil evaluasi yang dilakukan sejauh ini membuat para ahli yakin bahwa awak dapat kembali dengan selamat, meskipun performa perisai tidak sepenuhnya optimal.

Dalam wawancara menjelang peluncuran, manajer program Orion NASA, Howard Hu, juga menegaskan bahwa evaluasi menyeluruh akan dilakukan setelah kapsul kembali ke Bumi.

Setelah Orion diperkirakan mendarat di perairan lepas pantai San Diego, tim penyelam akan segera mendokumentasikan kondisi perisai panas dari bawah sebelum awak dipindahkan ke kapal pemulihan. Langkah ini bertujuan memberikan gambaran awal mengenai kinerjanya.

“Ini bukan perisai panas dengan standar yang diharapkan,” ujar Dr. Danny Olivas, mantan astronaut NASA yang pernah tergabung dalam tim peninjau independen, dalam wawancara pada Januari.

“Tidak diragukan lagi, ini bukan jenis perlindungan yang ideal untuk misi berawak,” tambahnya.

Meskipun demikian, Olivas menyatakan keyakinannya bahwa setelah melalui kajian mendalam, NASA telah memahami dan mampu mengatasi permasalahan tersebut.

4 Astronaut Artemis II Segera Pulang Ke Bumi
NASA
Share: