DetikPulsa – Starlink Resmi Masuk Vietnam, Pemerintah Vietnam resmi memberikan lisensi kepada layanan internet milik Elon Musk, Starlink, untuk beroperasi di negara tersebut.
Starlink Resmi Masuk Vietnam Februari 2026 ini
Regulator frekuensi radio menyatakan bahwa unit lokal, Starlink Services Vietnam Co., pada tahap awal diizinkan membangun empat stasiun gerbang serta mengoperasikan hingga 600 ribu perangkat terminal.
Lisensi itu juga mensyaratkan agar layanan tersebut tidak mengganggu jaringan komunikasi radio yang sudah ada. Otoritas terkait menilai kehadiran Starlink akan membantu memperluas akses internet satelit di berbagai wilayah.
Mengutip laporan Agence France-Presse, Starlink menyediakan koneksi internet berkecepatan tinggi ke daerah terpencil melalui ribuan satelit di orbit rendah Bumi.

Data dari Vietnam Internet Network Information Center menunjukkan bahwa hampir 80 persen dari sekitar 100 juta penduduk Vietnam telah menggunakan internet. Meski begitu, kesenjangan akses masih terasa di kawasan pedesaan dan pegunungan.
Perusahaan induk Starlink, SpaceX, belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar pada Minggu (15/2). Sementara itu, Starlink menyebut layanan mereka di Vietnam akan segera hadir.
Di sisi lain, Vietnam dan Amerika Serikat tengah melanjutkan negosiasi perdagangan setelah Washington menerapkan tarif 20 persen terhadap produk asal Vietnam tahun lalu.
Kedua negara baru saja memasuki putaran keenam pembicaraan bulan ini, meskipun belum mencapai kesepakatan final.

Pemimpin tertinggi Vietnam, To Lam, dikabarkan akan melakukan kunjungan ke Amerika Serikat untuk menghadiri pertemuan yang dipimpin oleh Donald Trump.
Forum tersebut awalnya dibentuk untuk mengawasi pembangunan kembali Jalur Gaza pascakonflik, namun kini cakupannya disebut semakin luas.
Pertemuan perdana dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari di Washington. Belum ada kepastian apakah agenda tersebut juga akan mencakup pembahasan perdagangan antara kedua negara.
Hingga saat ini, pemerintah Vietnam belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana kunjungan tersebut.
Sebagai salah satu pusat manufaktur di Asia Tenggara, Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen tahun lalu, meskipun kebijakan tarif dari AS sempat menimbulkan kekhawatiran terhadap model ekspor mereka. Untuk tahun ini, Hanoi menargetkan pertumbuhan dua digit.







