Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur

Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur
Table of contents: [Hide] [Show]

DetikPulsa – Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur, Meski terus mendapat tekanan dari serangan Amerika Serikat dan Israel, Iran tetap berupaya mempertahankan kekuatan militernya. Produksi rudal diklaim masih berjalan tanpa hambatan berarti.

Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur
Rudal Balistik Iran

Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur

Jenderal Ali Mohammad Naeini selaku juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran menyampaikan kepada kantor berita IRNA bahwa negaranya tetap memproduksi rudal bahkan dalam situasi konflik. Ia menegaskan tidak ada kendala signifikan terkait ketersediaan stok.

Sejak konflik dengan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari, Iran merespons dengan meluncurkan serangan rudal ke berbagai wilayah. Targetnya tidak hanya Israel, tetapi juga beberapa negara di sekitarnya.

Serangan tersebut mencakup wilayah seperti Qatar dan Uni Emirat Arab, yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, fasilitas sipil, hingga infrastruktur energi.

Mengutip laporan CNBC, Iran juga melancarkan serangan ke Provinsi Timur Arab Saudi yang dikenal sebagai pusat ladang minyak, serta menyasar wilayah Kuwait dan Bahrain.

Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur
Fattah 1′

Sebelum konflik berlangsung, Iran dikenal memiliki salah satu kekuatan rudal terbesar di kawasan Timur Tengah. Persenjataannya mencakup ribuan rudal balistik dan jelajah dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer.

Jumlah pasti persediaan rudal sebelum perang tidak diketahui secara pasti. Perkiraannya bervariasi, mulai dari sekitar 2.500 unit menurut militer Israel hingga mendekati 6.000 unit.

Peneliti Atlantic Council, Alex Plitsas, memperkirakan Iran memiliki sekitar 2.000 hingga 3.000 rudal balistik jarak menengah, serta 6.000 hingga 8.000 rudal jarak pendek sebelum konflik pecah.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengklaim kemampuan rudal balistik Iran telah lumpuh secara fungsional. Namun, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengakui bahwa Iran masih mempertahankan sebagian kapasitasnya.

Israel juga dilaporkan menargetkan fasilitas produksi rudal dan drone milik Iran. Meski begitu, belum ada rincian pasti terkait jumlah fasilitas yang terdampak maupun tingkat kerusakannya.

Peneliti Pacific Forum, William Alberque, menilai bahwa meskipun sebagian fasilitas produksi kemungkinan telah rusak, tidak semuanya berhasil dihancurkan.

Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur
Fattah-2

Ia menyoroti bahwa kemampuan produksi di fasilitas bawah tanah masih menjadi tanda tanya besar. Kapasitasnya mungkin terbatas untuk rudal berukuran besar, tetapi cukup memadai untuk memproduksi drone atau rudal kecil dalam jumlah banyak.

Menurutnya, Iran juga memiliki kepentingan untuk menunjukkan kekuatan, sehingga ada kemungkinan unsur pembesaran dalam klaim tersebut. Namun, hal itu tidak berarti kapasitas mereka sepenuhnya hilang.

Sementara itu, Gary Samore dari Crown Center for Middle East Studies menilai produksi drone masih sangat mungkin dilakukan selama konflik karena bisa dirakit dari komponen sederhana di lokasi tersembunyi.

Meski demikian, ia meragukan kemampuan Iran untuk terus memproduksi rudal balistik berukuran besar dengan jangkauan jauh.

Plitsas memperkirakan pada awal konflik, Iran mampu memproduksi sekitar 300 rudal per bulan. Namun, angka tersebut kemungkinan mengalami penurunan seiring berjalannya waktu.

Rudal Milik Iran Masih Siap Tempur
Fattah-1
Share: