DetikPulsa – Prediksi Cuaca Jakarta, BMKG memperkirakan hujan lebat jakarta hingga sangat lebat masih berpotensi mengguyur dan juga untuk wilayah sekitarnya sepanjang akhir pekan ini.

Prediksi Cuaca Jakarta, Hujan Besar dan Ekstrem 2 kedepan
Dalam Peringatan Cuaca periode 23–27 Januari 2026, BMKG menyampaikan bahwa hingga beberapa hari ke depan tidak ada hujan yang masuk kategori ekstrem di kawasan Jabodetabek. Meski begitu, potensi hujan sangat lebat tetap perlu diwaspadai, termasuk pada hari ini, Sabtu (24/1).
Sejumlah wilayah diprakirakan berpeluang mengalami hujan lebat sampai sangat lebat, antara lain Kota dan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten dan Kota Bekasi, serta Kota Depok.
Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, serta Kabupaten dan Kota Bogor.
Memasuki Minggu (25/1), intensitas hujan diperkirakan sedikit menurun. Beberapa wilayah hanya berada pada status Waspada atau berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat.
Wilayah yang masuk dalam kategori tersebut meliputi Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Kepulauan Seribu, Kabupaten dan Kota Bekasi, Kabupaten dan Kota Bogor, serta Kota Depok.

Curah hujan kembali diprediksi meningkat pada Senin (26/1). Berikut wilayah yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat:
26 Januari 2025
Hujan sedang hingga lebat
* Jakarta Utara
* Jakarta Pusat
* Jakarta Barat
* Jakarta Timur
* Jakarta Selatan
* Kepulauan Seribu
* Kabupaten Bekasi
* Kota Bekasi
* Kota Depok
Hujan lebat hingga sangat lebat
* Kota Bogor
* Kabupaten Bogor
27 Januari
Hujan sedang hingga lebat
* Kota Tangerang Selatan
* Kabupaten Tangerang
* Kota Tangerang
* Kepulauan Seribu
* Kabupaten Bekasi
* Kota Bekasi
* Kabupaten Bogor
* Kota Bogor
* Kota Depok
Hujan lebat hingga sangat lebat
* Jakarta Barat
* Jakarta Timur
* Jakarta Selatan
* Jakarta Utara
* Jakarta Pusat
Dinamika atmosfer
BMKG menjelaskan terdapat beberapa faktor atmosfer yang memicu peningkatan curah hujan di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satunya adalah kemunculan dua bibit siklon tropis, yakni 91S dan 92P, yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan Teluk Carpentaria. Keberadaan keduanya memicu serta memperkuat zona konvergensi di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, NTB, Maluku bagian selatan, hingga Papua Selatan bagian selatan.
Selain itu, monsun Asia terpantau aktif membawa massa udara lembap dari Laut China Selatan menuju Indonesia melalui Selat Karimata. Kondisi ini diperkuat oleh seruakan udara dingin atau cold surge dari dataran tinggi Siberia yang melintasi ekuator hingga mencapai Pulau Jawa.
BMKG menyebut aliran monsun Asia tersebut memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan, sebagaimana disampaikan melalui unggahan resmi di Instagram pada Jumat (23/1).







