DetikPulsa – Khamenei Tewas, Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas akibat serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai proses penentuan sosok yang akan menggantikannya.

Pemimpin Iran Khamenei Tewas Dalam Serangan AS 28 Februari
Dikutip dari Al Jazeera dan CNN, Minggu (1/3/2026), sistem pemerintahan Iran kini menghadapi ujian berat dalam menentukan pemimpin baru. Selama hampir empat dekade berkuasa, Khamenei tidak pernah secara terbuka menetapkan penerus resminya.
Pemilihan pengganti berada di tangan Majelis Pakar, lembaga beranggotakan 88 Ulama senior yang memiliki kewenangan konstitusional untuk menunjuk pemimpin tertinggi. Tugas tersebut baru sekali dijalankan sejak Revolusi Islam 1979, yakni ketika Khamenei dipilih secara cepat setelah wafatnya Ayatollah Ruhollah Khomeini.
Pemerintah diperkirakan akan bergerak sigap guna menjaga stabilitas nasional. Anggota majelis kemungkinan segera menggelar pertemuan untuk membahas kandidat sebelum mengambil keputusan final. Namun, ketidakpastian tetap membayangi mengingat Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer terhadap Iran bisa berlanjut.
Konstitusi Iran mengatur bahwa pemimpin tertinggi harus seorang pria, ulama yang memiliki kapasitas politik, otoritas moral, serta komitmen terhadap Republik Islam.

Aturan tersebut juga membuka ruang interpretasi yang memungkinkan pengecualian terhadap tokoh reformis yang mendorong kebebasan sosial lebih luas dan pendekatan terbuka ke dunia internasional.
Al Jazeera melaporkan bahwa sebelum wafat, Khamenei disebut telah menyodorkan empat nama sebagai bahan pertimbangan. Meski begitu, identitas kandidat tersebut belum dipublikasikan.
Skenario lain yang mungkin diterapkan adalah pembentukan dewan kolektif untuk menjalankan pemerintahan sementara. Saat ini, Iran telah menunjuk dewan beranggotakan tiga orang, yakni presiden, kepala kehakiman, serta seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga Konstitusi, untuk melaksanakan tugas kepemimpinan hingga figur baru ditetapkan.
DetikPulsa turut mengulas sejumlah nama yang dinilai berpeluang menggantikan Khamenei. Berikut beberapa sosok yang disebut oleh para analis:
Mojtaba Khamenei
Mojtaba Khamenei, putra kedua Khamenei, dikenal memiliki pengaruh kuat di balik layar dan relasi erat dengan Korps Garda Revolusi Islam serta milisi Basij. Meski demikian, pola suksesi turun-temurun kurang diterima dalam tradisi ulama Syiah Iran, terlebih setelah revolusi yang menggulingkan monarki.
Kendala lain adalah posisinya yang bukan ulama berpangkat tinggi dan tidak memegang jabatan resmi dalam struktur negara. Ia juga dikenai sanksi oleh AS pada 2019.

Alireza Arafi
Alireza Arafi merupakan ulama senior dengan rekam jejak panjang di lembaga pemerintahan. Saat ini ia menjabat wakil ketua Majelis Pakar dan pernah duduk di Dewan Penjaga. Selain itu, ia memimpin sistem seminari nasional.
Pengamat dari Middle East Institute menilai penunjukan Arafi pada sejumlah posisi strategis menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi dari Khamenei. Meski memiliki reputasi akademik kuat dan produktif menulis, ia dinilai kurang memiliki basis politik serta kedekatan dengan aparat keamanan.
Mohammad Mehdi Mirbagheri
Mohammad Mehdi Mirbagheri dikenal sebagai tokoh konservatif garis keras dan anggota Majelis Pakar. Ia memimpin Akademi Ilmu-Ilmu Islam di Qom dan kerap menyuarakan pandangan yang sangat kritis terhadap Barat.
Menurut laporan IranWire, Mirbagheri berpandangan bahwa konflik ideologis antara kelompok beriman dan pihak yang dianggap kafir tidak dapat dihindari, mencerminkan sikapnya yang tegas dalam isu geopolitik.
Hassan Khomeini
Hassan Khomeini adalah cucu dari pendiri Republik Islam, Ruhollah Khomeini. Latar belakang keluarga memberinya legitimasi simbolik, namun ia belum pernah menduduki jabatan publik penting dan dinilai memiliki pengaruh terbatas terhadap struktur keamanan.
Ia cenderung dipandang lebih moderat dibanding sebagian ulama lain dan pernah dilarang mencalonkan diri sebagai anggota Majelis Pakar pada 2016.
Hashem Hosseini Bushehri
Hashem Hosseini Bushehri merupakan ulama senior yang menjabat wakil ketua pertama Majelis Pakar. Ia disebut memiliki hubungan dekat dengan Khamenei dan terlibat dalam lingkaran yang mengelola proses suksesi.
Meski demikian, profilnya relatif rendah di ruang publik dan tidak dikenal memiliki koneksi kuat dengan IRGC, yang selama ini memegang peran signifikan dalam dinamika kekuasaan Iran.







