DetikPulsa – Pakistan Kirim 3 Jet Tempur ke Saudi, sebagai bagian dari langkah militer nyata pertama dalam implementasi pakta pertahanan bersama kedua negara. Berdasarkan laporan Al Jazeera pada Minggu (12/4/2026), langkah tersebut dilakukan di tengah peran Pakistan sebagai tuan rumah pembicaraan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Pakistan Kirim 3 Jet Tempur ke Saudi, Saat Gencatan Senjata Gagal Iran-AS
Kementerian Pertahanan Arab Saudi menyampaikan bahwa pesawat yang dikerahkan, terdiri dari kombinasi jet tempur dan pesawat pendukung, telah mendarat di Pangkalan Udara King Abdulaziz pada Sabtu.
Pengerahan tersebut merupakan bagian dari implementasi perjanjian pertahanan bersama yang disepakati pada September 2025, yang mengatur bahwa setiap ancaman terhadap salah satu pihak akan diperlakukan sebagai ancaman terhadap kedua negara.

Kesepakatan itu ditandatangani saat kunjungan Perdana Menteri Shehbaz Sharif ke Riyadh pada September 2025, di mana ia bertemu dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Pada saat yang sama, Pakistan tengah menjadi tuan rumah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Islamabad.
Ketegangan kawasan meningkat sejak Iran melancarkan serangan rudal dan drone terhadap target yang diklaim sebagai milik Amerika Serikat di negara-negara Teluk, setelah peristiwa pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, oleh operasi gabungan AS-Israel pada 28 Februari.
Dalam kondisi tersebut, Pakistan berupaya menjaga keseimbangan komitmen diplomatiknya di antara pihak-pihak yang terlibat.
Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menyatakan bahwa pihaknya telah memperingatkan para pemimpin Iran pada awal Maret mengenai kewajiban Islamabad terhadap Riyadh sesuai perjanjian yang berlaku.

Ia juga menyebut bahwa Iran sempat meminta jaminan agar wilayah Saudi tidak digunakan sebagai basis serangan, dan jaminan tersebut telah diberikan.
Namun demikian, serangan Iran terhadap sejumlah target di Arab Saudi tetap berlangsung, termasuk terhadap fasilitas strategis serta gedung kedutaan Amerika Serikat.
Panglima Angkatan Darat Asim Munir diketahui telah melakukan kunjungan ke Riyadh pada awal Maret untuk membahas langkah-langkah penghentian serangan dalam kerangka kerja sama pertahanan tersebut.
Empat hari sebelum pengerahan jet tempur, Shehbaz Sharif juga melakukan komunikasi dengan Mohammed bin Salman dan menegaskan bahwa Pakistan akan berdiri mendukung Arab Saudi.
Selain kerja sama di bidang pertahanan, kedua negara turut menyepakati percepatan realisasi paket investasi dari Arab Saudi ke Pakistan dengan nilai mencapai 5 miliar dolar AS.







