DetikPulsa – Korban Meninggal Penembakan di Sydney 15 Orang, Jumlah korban meninggal dunia dalam insiden penembakan massal di Pantai Bondi, Sydney, Australia, bertambah menjadi 12 orang. Kepolisian setempat juga melaporkan sedikitnya 29 orang mengalami luka-luka, termasuk dua anggota polisi yang sedang bertugas.

Korban Meninggal Penembakan di Sydney 15 Orang, 1 Pelaku Tewas
Dalam peristiwa penembakan di Pantai Bondi tersebut, satu pelaku penembakan dilaporkan tewas di lokasi kejadian. Sementara itu, satu pelaku lain berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Komisioner Kepolisian New South Wales, Mal Lanyon, menyampaikan bahwa pihaknya masih menyelidiki kemungkinan adanya pelaku ketiga yang terlibat dalam serangan ini. Polisi juga telah mengerahkan unit penjinak bom untuk menangani sebuah benda mencurigakan yang diduga sebagai alat peledak rakitan.
Aksi penembakan di Pantai Bondi terjadi saat berlangsungnya perayaan Hanukkah, hari besar umat Yahudi, di Pantai Bondi yang dikenal sebagai salah satu kawasan wisata paling ramai di Sydney. Lokasi tersebut dipadati warga lokal maupun wisatawan saat insiden berlangsung.
Sejumlah saksi mata mengungkapkan bahwa penembakan terjadi selama kurang lebih 10 menit. Ratusan orang dilaporkan panik dan berhamburan menyelamatkan diri ke jalanan serta taman di sekitar pantai. Kepolisian memperkirakan sekitar 1.000 orang hadir dalam acara perayaan Hanukkah tersebut.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, segera menggelar rapat Dewan Keamanan Nasional tak lama setelah insiden terjadi dan mengecam keras aksi kekerasan tersebut.
“Ini merupakan serangan yang secara khusus menargetkan warga Yahudi Australia pada hari pertama Hanukkah, yang seharusnya menjadi momen sukacita dan perayaan iman,” ujar Albanese, seperti dikutip Reuters.
Ia menambahkan bahwa aparat keamanan sedang bekerja untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dan memastikan tidak ada ancaman lanjutan.
Presiden Israel, Isaac Herzog, menyebut serangan terhadap warga yang hendak menyalakan lilin pertama Hanukkah sebagai aksi terorisme yang sangat keji.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengaku terkejut atas kejadian tersebut dan mendesak pemerintah Australia untuk meningkatkan langkah pengamanan.
“Ini merupakan dampak dari meningkatnya sentimen anti-Semit yang berkembang dalam dua tahun terakhir,” ujar Saar.
Di sisi lain, sejumlah organisasi Muslim di Australia turut mengecam keras aksi penembakan tersebut. Dewan Imam Nasional Australia, Dewan Imam NSW, serta komunitas Muslim Australia menyatakan bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tindakan kriminal dan kekerasan ini harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Doa dan simpati kami tertuju kepada para korban, keluarga mereka, serta semua pihak yang terdampak oleh peristiwa traumatis ini,” demikian pernyataan bersama mereka.
Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan warga di kawasan pantai dan taman sekitar lokasi saat suara tembakan dan sirene polisi terdengar.
Dalam salah satu rekaman, tampak seorang pria bersenjata melepaskan tembakan sebelum akhirnya dilumpuhkan oleh warga lain yang berhasil merebut senjatanya. Video lain menunjukkan aparat kepolisian mengamankan dua pria di sebuah jembatan penyeberangan.
Reuters menyatakan telah memverifikasi keaslian video-video tersebut melalui sejumlah rekaman pendukung yang dinilai sah.







