DetikPulsa – Bayi 1 Minggu Nyaris Tertukar, Media sosial diramaikan oleh pengakuan seorang perempuan yang menyebut bayinya hampir tertukar saat menjalani perawatan di ruang NICU Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung. Pengakuan tersebut dibagikan melalui akun TikTok bernama Nindy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/orangtua-bayi-yang-nyaris-tertukar-di-RSHS-Bandung.jpg)
Heboh Bayi 1 Minggu Nyaris Tertukar, RSHS Minta Maaf
Dalam video berdurasi sekitar lima menit, pemilik akun mengungkapkan kekecewaannya terhadap dugaan kelalaian perawat yang nyaris menyerahkan bayinya kepada pasangan lain. Pemilik akun, Nina Saleha (27), memaparkan kronologi kejadian yang dialaminya terkait bayi laki-lakinya yang hampir berpindah tangan.
Saat itu, perempuan yang sempat menerima bayinya juga merupakan orang tua pasien di ruang NICU RSHS Bandung. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026).
Nina menjelaskan bahwa bayinya mulai dirawat di RSHS sejak Minggu (5/4/2026) karena mengalami penyakit kuning. Ia juga menyebut bahwa anaknya lahir pada Rabu, 1 April, di RS Unpad Jatinangor.
Menjelang waktu kepulangan, Nina dan suaminya diminta datang kembali ke rumah sakit untuk membawa pakaian ganti karena bayi mereka dijadwalkan pulang pada hari Rabu.
Saat itu, Nina menunggu panggilan dari perawat untuk menjemput bayinya dari ruang NICU. Namun, karena tidak kunjung dipanggil, ia bersama suaminya memutuskan turun sebentar untuk makan.
Di tengah waktu makan, Nina merasakan kegelisahan dan memutuskan kembali ke ruang perawatan. Ia kemudian terkejut ketika melihat bayinya sedang digendong oleh pasangan suami istri lain yang juga memiliki anak dirawat di ruangan tersebut.
Ia mengenali bayinya dari pakaian serta selimut yang digunakan. Nina segera menghampiri dan memastikan identitas bayi tersebut sebelum akhirnya mengambil kembali anaknya dari gendongan orang lain.

Setelah kejadian itu, Nina meminta klarifikasi kepada perawat yang bertugas. Berdasarkan penjelasan yang diterimanya, perawat mengaku telah memanggilnya beberapa kali, namun tidak mendapat respons sehingga bayi sempat diserahkan kepada pihak lain.
Penjelasan tersebut memicu kemarahan Nina karena menurutnya tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan. Ia menilai prosedur penyerahan bayi seharusnya dilakukan dengan lebih teliti.
Selain itu, Nina juga menyoroti tindakan perawat yang memotong gelang identitas bayi dengan alasan tertentu, yang menurutnya semakin menambah kekhawatiran terhadap standar pelayanan. Ia mengaku tidak dapat menerima perlakuan tersebut.
Setelah insiden itu, bayi Nina yang masih berusia sekitar satu minggu akhirnya diperbolehkan pulang dan kini berada di rumah keluarga di kawasan Desa Nanjung, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung dalam kondisi yang mulai membaik. Ia juga menyebut pihak rumah sakit telah menghubunginya melalui pesan singkat untuk mengatur pertemuan bersama dirinya dan suami.
Sementara itu, pihak kami telah berupaya mengonfirmasi kejadian ini kepada RSHS. Namun hingga laporan tersebut dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi yang diberikan oleh pihak rumah sakit.

Permintaan Maaf Dari RSUP Hasan Sadikin Bandung
Permintaan maaf disampaikan oleh pihak RSUP Dr. Hasan Sadikin terkait insiden bayi yang nyaris tertukar usai menjalani perawatan di ruang NICU. Manajemen rumah sakit akhirnya memberikan klarifikasi atas peristiwa yang sempat menjadi perhatian publik tersebut. Dalam keterangannya, pihak rumah sakit menyampaikan penyesalan atas kejadian yang dialami Nina Saleha (27), seorang ibu muda asal Cicalengka.
Melalui pernyataan resmi yang diterima pada Kamis (9/4/2026), manajemen menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pelayanan kesehatan berlangsung. Mereka menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi perhatian serius dan akan ditindaklanjuti secara internal.
Pihak rumah sakit juga menyatakan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan kualitas layanan. Upaya perbaikan ini disebut akan terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan sesuai dengan standar yang berlaku.
Selain itu, tim dari rumah sakit telah mendatangi kediaman Nina Saleha untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung sekaligus menjalin komunikasi dengan keluarga pasien. Dalam keterangan tersebut disebutkan bahwa permasalahan yang terjadi telah diselesaikan secara kekeluargaan antara kedua belah pihak.
Manajemen juga menegaskan komitmen mereka untuk terus meningkatkan mutu pelayanan serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang diberikan oleh RSHS.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan rumah sakit terkait kejadian ini dan berencana melakukan kunjungan lanjutan. Ia menyebut bahwa pihak rumah sakit sebelumnya sudah lebih dulu mengunjungi keluarga pasien.
Vini menjelaskan bahwa komunikasi antara kedua pihak telah terjalin dan menghasilkan penyelesaian awal, termasuk adanya permintaan maaf dari pihak rumah sakit. Ia menilai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perbaikan mutu layanan kesehatan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh berhenti pada penyelesaian secara personal. Peristiwa tersebut harus dijadikan bahan evaluasi secara menyeluruh, khususnya dalam penerapan standar operasional prosedur di setiap tahapan pelayanan.
Menurutnya, aspek keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama, termasuk dalam proses penanganan bayi di ruang NICU. Ia juga menekankan bahwa seluruh prosedur, mulai dari pemeriksaan hingga penyerahan bayi kepada keluarga, harus mengikuti aturan yang ketat.
Terkait detail teknis kejadian di lapangan, Dinas Kesehatan Jawa Barat menyerahkan sepenuhnya kepada pihak rumah sakit untuk memberikan penjelasan lebih lanjut kepada publik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Nina-Saleha-27-didampingi-ibu-dan-bayinya-saat-ditemui-di-kediamannya-di-Desa-Nanjung.jpg)






