DetikPulsa – Akses Internet Iran Lumpuh, dan mengalami gangguan total selama lebih dari 24 jam setelah serangan militer oleh Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2). Kondisi ini terjadi tidak lama setelah gelombang serangan udara menghantam sejumlah wilayah di negara tersebut.

Diserang AS-Israel, Akses Internet Iran Lumpuh 24 Jam
Berdasarkan laporan NetBlocks, pemadaman jaringan berskala nasional membuat tingkat konektivitas anjlok drastis hingga hanya tersisa sekitar 1 persen dari kondisi normal.
Dalam pernyataannya di platform X yang dikutip Al Jazeera, NetBlocks menyebut situasi ini membatasi akses informasi masyarakat di tengah momen krusial pasca kabar tewasnya Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan udara.
Sebelumnya, Angkatan Udara Israel mengklaim telah menjatuhkan lebih dari 1.200 bom dalam operasi gabungan bersama AS selama 24 jam terakhir. Serangan tersebut dilaporkan menelan korban jiwa dalam jumlah besar.

Salah satu lokasi yang terdampak berada di Minab, Provinsi Hormozgan, wilayah selatan Iran. Sebuah sekolah dasar perempuan dilaporkan hancur akibat serangan tersebut, dengan sedikitnya 148 korban tewas serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa banyak korban merupakan anak-anak. Ia menyebut serangan terhadap fasilitas pendidikan tersebut sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.
Ia juga menegaskan bahwa bangunan yang dihantam merupakan sekolah yang sedang aktif digunakan pada siang hari. Menurutnya, peristiwa ini menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam rangkaian serangan tersebut.
Serangan besar-besaran ini terjadi setelah negosiasi terkait program nuklir Iran tidak mencapai kesepakatan. Operasi militer kemudian dilancarkan oleh AS dan Israel dengan menyasar berbagai titik strategis di negara itu.

Bulan Sabit Merah Iran melaporkan bahwa serangan mencakup 20 dari total 31 provinsi di Iran, menunjukkan skala operasi yang sangat luas.
Dampak serangan juga menimpa jajaran militer Iran. Menteri Pertahanan Amir Hatami dan Komandan IRGC Mohammed Pakpour termasuk di antara korban tewas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu serta Presiden AS Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa Khamenei juga menjadi korban dalam serangan tersebut.
Trump bahkan menyebut peristiwa ini sebagai peluang besar bagi rakyat Iran untuk menentukan arah masa depan negara mereka setelah berakhirnya kepemimpinan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Demonstrasi-Iran-2.jpg)






