Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Senjata Canggih Milik AS Hujam 170 Siswi SD Iran

Senjata Canggih Milik AS Hujam 170 Siswi SD Iran

DetikPulsa – Senjata Canggih Milik AS, Amerika Serikat (AS) diduga memanfaatkan sistem kecerdasan buatan atau AI ketika melancarkan serangan yang menghancurkan sebuah sekolah di Iran dan menewaskan 170 siswi serta staf pengajar. Menanggapi tudingan tersebut, Pentagon menolak memberikan jawaban apakah operasi itu direkomendasikan oleh teknologi AI.

Senjata Canggih Milik AS Hujam 170 Siswi SD Iran
Sekolah Shajareh Tayyebeh di Kota Minab yang hancur

Senjata Canggih Milik AS Hujam 170 Siswi SD Iran

Laporan dari The Wall Street Journal menyebut Pentagon menggunakan model AI Claude milik Anthropic dalam perencanaan operasi militer terhadap Iran pada akhir pekan lalu. Sistem serupa bahkan diduga tetap digunakan saat serangan yang dilakukan pemerintahan Donald Trump berlanjut.

Dalam serangan awal tersebut, Sekolah Shajareh Tayyebeh di Kota Minab dilaporkan hancur total. Media Al Jazeera menyebut mayoritas korban tewas merupakan siswi berusia 7 hingga 12 tahun, sementara sedikitnya 95 orang lainnya mengalami luka-luka.

Laporan lain dari Middle East Eye menyatakan sekolah itu kembali diserang setelah rudal pertama menghantam lokasi tersebut. Serangan kedua ini membuat petugas penyelamat dan para orang tua yang datang menjemput anak-anak ikut menjadi korban.

Dikutip dari Futurism, pola serangan yang dikenal sebagai “double tap” ini mengingatkan pada sejumlah operasi militer AS sebelumnya, seperti pengeboman kapal sipil di Venezuela pada era Donald Trump dan serangan udara di Pakistan pada masa pemerintahan Barack Obama.

Saat dimintai keterangan terkait kemungkinan penggunaan AI dalam operasi militer terbaru, terutama yang berkaitan dengan penargetan Sekolah Shajareh Tayyebeh, Pentagon mengarahkan pertanyaan kepada United States Central Command.

“Kami tidak memiliki informasi apa pun untuk Anda saat ini,” demikian pernyataan dari pihak komando tersebut.

Hasil investigasi terbaru dari United States Department of Defense menunjukkan serangan militer ke Iran kemungkinan salah sasaran hingga menyebabkan lebih dari 170 siswi dan staf meninggal dunia.

Menurut laporan Reuters, investigasi yang diumumkan Pentagon pada Rabu (11/3) mengindikasikan militer AS mungkin menggunakan data penargetan yang sudah tidak diperbarui ketika mempersiapkan serangan tersebut.

Penyelidikan internal militer AS telah berlangsung sejak pekan lalu. Hasil sementara menunjukkan pasukan AS kemungkinan besar bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah putri di Minab.

Militer AS dilaporkan menggunakan rudal Tomahawk cruise missile untuk menghantam wilayah tersebut. Berdasarkan arsip situs resmi sekolah, bangunan pendidikan itu berada di dekat kompleks militer yang dikelola oleh Islamic Revolutionary Guard Corps, pasukan elite yang berada di bawah pimpinan tertinggi Iran.

Senjata Canggih Milik AS Hujam 170 Siswi SD Iran
Senjata Canggih AS

AI dan senjata

Seorang pejabat dari Departemen Pertahanan AS menjelaskan bahwa militer kemungkinan memanfaatkan sistem AI generatif untuk menyusun peringkat daftar target dan memberikan rekomendasi mengenai sasaran yang diprioritaskan dalam operasi militer.

Rekomendasi tersebut tidak langsung dieksekusi, melainkan tetap melalui proses evaluasi oleh manusia.

Sistem tersebut bekerja dengan memasukkan daftar target potensial ke dalam platform AI generatif yang digunakan Pentagon dalam lingkungan rahasia.

Operator manusia kemudian meminta sistem menganalisis berbagai data dan memprioritaskan sasaran berdasarkan sejumlah faktor, seperti posisi pesawat atau kondisi operasi. Hasil analisis tersebut selanjutnya diperiksa kembali sebelum keputusan diambil.

Pejabat tersebut menegaskan bahwa penjelasan ini hanya menggambarkan cara kerja sistem secara umum, bukan konfirmasi bahwa teknologi tersebut benar-benar digunakan dalam operasi terbaru.

Sejak 2017, militer AS sebenarnya telah mengembangkan proyek analisis data besar bernama Project Maven. Sistem ini menggunakan AI generasi lama, terutama teknologi computer vision, untuk memproses data dan citra dalam jumlah besar yang dikumpulkan Pentagon.

Menurut laporan MIT Technology Review, Maven mampu menganalisis ribuan jam rekaman drone dan mengidentifikasi target secara algoritmik.

Senjata Canggih Milik AS Hujam 170 Siswi SD Iran
Georgetown University

Studi dari Georgetown University pada 2024 juga menyebut militer menggunakan sistem tersebut untuk memilih target sekaligus melakukan verifikasi, sehingga proses persetujuan serangan dapat berlangsung lebih cepat.

Para operator berinteraksi dengan Maven melalui antarmuka peta medan perang dan dasbor digital yang menandai target potensial dengan warna tertentu serta menunjukkan posisi pasukan sekutu dengan warna berbeda.

Kini, teknologi AI generatif ditambahkan sebagai lapisan percakapan berbasis chatbot yang membantu militer menemukan serta menganalisis data dengan lebih cepat saat menentukan keputusan strategis, termasuk prioritas target.

Lebih lanjut, laporan The New York Times menyebut penyelidikan awal menemukan penggunaan data target yang sudah usang menjadi salah satu penyebab serangan tersebut.

Sekolah Shajareh Tayyebeh sebelumnya memang pernah menjadi bagian dari kompleks militer milik Islamic Revolutionary Guard Corps. Namun fasilitas tersebut telah dipisahkan dan difungsikan sebagai sekolah hampir satu dekade lalu.

Tembok pembatas dibangun pada 2017, menara pengawas dibongkar, dan dinding bangunan dicat dengan warna-warna cerah yang identik dengan lingkungan pendidikan.

Secara visual, lokasi itu seharusnya mudah dikenali sebagai sekolah. Bahkan peta daring dan situs resmi lembaga tersebut juga secara jelas menampilkan informasi mengenai kampus serta para siswinya.

Senjata Canggih Milik AS Hujam 170 Siswi SD Iran
Pentagon
Share: