DetikPulsa – Pemilik Darah Langka, Bagi banyak orang, Donor darah merupakan kegiatan sosial yang cukup umum. Namun bagi Mina Stoddart-Stones (26), setiap tetes darah yang ia sumbangkan memiliki nilai yang sangat berharga dalam dunia medis.

Kisah Pemilik Darah Langka dan Hanya ada 9 Orang se-Inggris
Karena kelangkaannya, darah miliknya tidak langsung didistribusikan, melainkan disimpan beku di Bank darah khusus dengan masa penyimpanan yang bisa mencapai 30 tahun.
Perempuan asal Bridgwater di Somerset itu baru mengetahui betapa istimewanya profil darahnya bagi NHS Blood and Transplant. Di seluruh Inggris, hanya ada sembilan orang yang diketahui memiliki karakteristik darah yang sama dengannya.

Keunikan yang Menghapus ‘Antigen Umum’
Dilaporkan oleh BBC, darah Mina diklasifikasikan sebagai tipe U negative dan N negative. Dalam dunia medis, kondisi ini berarti darahnya tidak memiliki antigen tertentu yang justru dimiliki oleh hampir seluruh populasi di Inggris.
Keunikan tersebut membuat Mina masuk dalam kelompok donor langka yang hanya mencakup sekitar 0,01 persen dari total 800.000 pendonor di negara itu.
Selain itu, darahnya juga memiliki subtipe RO, yaitu golongan darah langka yang umumnya lebih banyak ditemukan pada orang dengan latar belakang keturunan Afrika atau Karibia. Karena tingkat kelangkaannya, tenaga medis tidak dapat memberikan darah Mina kepada sembarang pasien.
“Kami sangat mengenal namanya. Stok darahnya hanya akan digunakan untuk pasien dengan tipe yang benar-benar identik karena sangat sulit menemukan kecocokan,” ujar Joanne Mathews, manajer Bank Darah Beku Nasional di Liverpool.
Ia bahkan menggambarkan pertemuannya dengan Mina seperti bertemu anggota keluarga kerajaan.

Misi Balas Budi untuk Layanan Kesehatan
Darah langka milik Mina biasanya diprioritaskan bagi pasien yang akan menjalani operasi besar atau mereka yang membutuhkan transfusi rutin akibat kelainan genetik seperti Sickle Cell Disease.
Bagi Mina sendiri, kegiatan donor bukan sekadar bagian dari data medis, tetapi juga memiliki makna pribadi. Ia memiliki kedekatan emosional dengan layanan kesehatan karena pernah mengalami sakit serius saat masih bayi, serta menyaksikan perjuangan ayahnya ketika menjalani perawatan kanker.
“Ini adalah cara kecil yang bisa saya lakukan untuk membantu mereka, sama seperti mereka telah membantu keluarga saya selama ini,” ujarnya.
Selain rutin menyumbangkan darah, Mina juga telah mendaftarkan diri dalam program donor sel punca untuk memberikan kesempatan hidup bagi lebih banyak pasien.
“Saya merasa sangat beruntung dan bangga bisa membantu seseorang yang sedang berjuang melawan penyakit serius,” tutup Mina.
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5090527/original/092855300_1736573935-1736570135389_kepribadian-golongan-darah-o.jpg)






