Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Alami Luka Bakar Parah Tingkat 2

Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Alami Luka Bakar Parah Tingkat 2

DetikPulsa – Aktivis KontraS Alami Luka Bakar, Kepolisian mengungkap kondisi Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus. Ia dilaporkan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh setelah diduga disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Alami Luka Bakar Parah Tingkat 2
Andrie Yunus Aktivis KontraS

Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Alami Luka Bakar Parah Tingkat 2

“Polres Jakarta Pusat telah meminta visum et repertum awal terhadap kondisi luka dari saksi korban AY. Ada beberapa bagian tubuh yang terkena, seperti dada, wajah, dan tangan,” ujar Kadiv Humas Polri Johnny Eddizon Isir kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2026).

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Salemba, Senen, Jakarta. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan berat.

“Terkait adanya dugaan penganiayaan berat sebagaimana diatur dalam Pasal 467 ayat 2 dan atau Pasal 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” lanjutnya.

Isir menyampaikan Kapolri Listyo Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut. Proses penyelidikan dilakukan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dengan dukungan dari Polda Metro Jaya serta Badan Reserse Kriminal Polri.

Menurut Isir, penyidik saat ini menjalankan berbagai langkah penyelidikan, termasuk pemeriksaan lokasi kejadian serta pengumpulan bukti digital seperti rekaman kamera pengawas.

Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Alami Luka Bakar Parah Tingkat 2
Aktivis KontraS Andrie Yunus

“Pengumpulan berbagai alat bukti digital, termasuk CCTV, sedang dianalisis lebih lanjut agar pelaku bisa segera diidentifikasi,” ujarnya.

Polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Hingga saat ini dua orang telah diperiksa, dan jumlah tersebut kemungkinan akan bertambah seiring pendalaman penyelidikan.

“Saksi yang dimintai keterangan adalah mereka yang bersama korban dan membantu saat kejadian,” jelasnya.

Ia menambahkan korban masih menjalani perawatan di rumah sakit. Pihak kepolisian berharap kondisi Andrie segera membaik. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui rangkaian kejadian tersebut untuk memberikan informasi kepada penyidik.

“Kami memastikan masyarakat yang memberikan informasi akan mendapatkan perlindungan,” kata Isir.

Ia menegaskan kepolisian berkomitmen mengusut kasus ini secara profesional dengan pendekatan penyidikan ilmiah hingga pelaku dan motifnya dapat terungkap.

“Polri akan bekerja serius untuk mengungkap kasus ini secara terang dan menangkap pelakunya, siapa pun dia,” tegas Isir.

Disiram Air Keras, Aktivis KontraS Alami Luka Bakar Parah Tingkat 2
Detik-detik Aktivis KontraS Disiram Air Keras

Di sisi lain, Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menjelaskan penyerangan terhadap Andrie Yunus terjadi sekitar pukul 23.00 WIB pada Kamis malam setelah korban mengikuti podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Setelah kejadian tersebut, Andrie segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ia mengalami luka bakar sekitar 24 persen.

“Berdasarkan informasi yang kami kumpulkan, tindakan penyiraman air keras ini kami nilai sebagai upaya membungkam suara kritis masyarakat, khususnya pembela HAM. Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, Pasal 66 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta Peraturan Komnas HAM Nomor 5 Tahun 2015 tentang Prosedur Perlindungan Pembela HAM,” jelas Dimas.

Dimas juga meminta aparat penegak hukum mengusut kejadian ini secara menyeluruh. Ia berharap kepolisian dapat mengungkap pelaku beserta motif di balik penyiraman air keras tersebut.

“Peristiwa ini perlu mendapatkan perhatian luas dari berbagai pihak, baik lembaga penegak hukum maupun masyarakat sipil. Aparat kepolisian harus segera menuntaskan penyelidikan untuk menemukan pelaku serta mengungkap motif serangan tersebut. Mengingat penyiraman air keras dapat menimbulkan luka serius bahkan berpotensi menyebabkan kematian,” ujar Dimas.

Share: