DetikPulsa – Protein Terbaik untuk Anak, menjadi salah satu nutrisi penting yang perlu dipenuhi anak selama masa pertumbuhan. Zat gizi ini berperan dalam pembentukan serta pemeliharaan jaringan tubuh, mendukung perkembangan otot dan tulang, sekaligus membantu menjaga daya tahan tubuh.
7 Sumber Protein Terbaik untuk Anak
Oleh sebab itu, orang tua perlu menyediakan menu harian dengan kandungan protein yang cukup. Pilihannya pun tidak harus berasal dari bahan pangan mahal. Berbagai makanan yang mudah ditemukan dapat diolah menjadi hidangan bergizi dan tetap menarik bagi anak.
Meski demikian, jumlah protein yang dibutuhkan setiap anak tidak sama karena dipengaruhi oleh usia dan tahap perkembangannya.
Kebutuhan protein anak
Mengutip laman Healthline, kebutuhan protein anak dapat berbeda berdasarkan kelompok usia.
• Anak usia 1-3 tahun membutuhkan sekitar 13 gram protein per hari.
• Anak usia 4-8 tahun memerlukan sekitar 19 gram protein setiap hari.
• Anak usia 9-13 tahun membutuhkan sekitar 34 gram protein per hari.
Angka tersebut merupakan kebutuhan rata-rata dan dapat berbeda pada setiap anak. Kondisi kesehatan, tingkat aktivitas, serta proses pertumbuhan juga perlu dipertimbangkan dalam menentukan pola makan.
Makanan apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan protein anak
1. Telur
Telur menjadi salah satu pilihan praktis untuk memenuhi asupan protein. Selain mudah diperoleh, bahan pangan ini juga dapat diolah menjadi beragam hidangan yang disukai anak.
Satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein. Telur bisa disajikan dalam bentuk rebus, dadar, orak-arik, maupun dicampurkan dengan nasi dan sayuran.

2. Susu dan produk olahannya
Susu beserta produk turunannya dapat menjadi tambahan protein dalam menu anak. Pilihannya meliputi yoghurt, keju, hingga susu yang dapat dikonsumsi langsung maupun dicampurkan ke makanan.
Greek yoghurt dapat dipadukan dengan potongan buah atau oatmeal sebagai menu sarapan. Keju juga bisa digunakan sebagai isian roti, sementara susu dapat ditambahkan ke berbagai hidangan.
Saat memilih produk olahan susu, orang tua sebaiknya memperhatikan usia anak, kandungan gula tambahan, serta komposisi nutrisinya.
3. Ikan
Ikan tidak hanya menyediakan protein, tetapi juga mengandung berbagai zat gizi yang mendukung pertumbuhan. Salmon memang dikenal kaya nutrisi, tetapi jenis ikan lokal seperti kembung, bandeng, dan gurame juga dapat menjadi pilihan.
Beberapa jenis ikan mengandung asam lemak omega-3 yang penting bagi perkembangan otak. Agar lebih mudah diterima anak, ikan dapat diolah menjadi sup, pepes, perkedel, bakso, atau dicampurkan ke dalam nasi.
4. Daging
Ayam dan daging sapi dapat menjadi sumber protein hewani yang mudah dimasukkan ke dalam menu sehari-hari. Pilih potongan yang tidak terlalu banyak mengandung lemak agar hidangan tetap seimbang.
Daging dapat diolah menjadi sup, tumisan, bola-bola daging, ayam suwir, atau dijadikan isian nasi. Variasi pengolahan juga dapat membantu anak menikmati makanan dengan lebih beragam.

5. Kacang dan selai kacang
Kacang-kacangan serta selai kacang dapat menjadi alternatif sumber protein yang praktis. Satu sendok makan selai kacang mengandung sekitar 4 gram protein.
Bahan ini dapat digunakan sebagai olesan roti, campuran oatmeal, yoghurt, atau pelengkap pancake. Sebelum membeli, periksa label kemasan dan pilih produk dengan kandungan gula tambahan serta garam yang tidak berlebihan.
Untuk anak yang memiliki alergi kacang, bahan tersebut sebaiknya dihindari dan diganti dengan sumber protein lain yang aman.
6. Oatmeal
Oatmeal dikenal sebagai makanan yang kaya serat, tetapi juga menyumbang protein untuk kebutuhan harian. Setengah cangkir oatmeal mengandung sekitar 7 gram protein.
Kandungan tersebut dapat ditingkatkan dengan memasaknya menggunakan susu lalu menambahkan yoghurt, selai kacang, telur, atau biji-bijian. Potongan buah dapat digunakan sebagai pelengkap untuk memberikan rasa dan tambahan vitamin serta mineral.
7. Roti gandum utuh
Roti gandum utuh dapat menjadi pilihan praktis untuk sarapan maupun bekal sekolah. Satu lembar biasanya mengandung sekitar 4 gram protein, meskipun jumlahnya dapat berbeda berdasarkan merek dan jenis produk.
Agar lebih bergizi, roti dapat dipadukan dengan telur, keju, ayam, atau selai kacang. Ketika membeli produk kemasan, perhatikan kandungan serat, gula tambahan, dan natriumnya.
Memenuhi kebutuhan protein anak tidak selalu membutuhkan bahan pangan dengan harga tinggi. Telur, ikan, daging, susu, kacang-kacangan, serta berbagai produk olahannya dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari menu sehari-hari.
Yang terpenting, berikan sumber protein secara bervariasi dan padukan dengan sayuran, buah, biji-bijian, serta makanan bergizi lainnya. Pola makan yang beragam akan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekaligus mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.







