DetikPulsa – Shin Tae Yong, Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) resmi menjatuhkan hukuman disiplin kepada Shin Tae Yong berupa larangan beraktivitas sebagai pelatih selama 10 tahun. Keputusan tersebut diambil setelah Komite Fair Play KFA menggelar sidang untuk membahas dugaan pelanggaran yang melibatkan mantan pelatih Timnas Indonesia itu.

Shin Tae Yong Resmi Dihukum Federasi Korea 10 Tahun
Selain larangan melatih selama satu dekade, KFA juga memberikan dua sanksi tambahan, yaitu melarang Shin terlibat dalam seluruh kompetisi sepak bola di Korea Selatan dalam kapasitas apa pun, serta menjatuhkan hukuman berupa pengusiran permanen dari klub di bawah naungan federasi. Seluruh keputusan tersebut hanya berlaku dalam lingkup sepak bola Korea Selatan.
Sanksi yang diterima Shin Tae Yong tidak memengaruhi kiprahnya di luar negeri. Dengan demikian, ia tetap diperbolehkan menangani klub maupun tim di negara lain. Saat ini, pelatih berusia 56 tahun tersebut masih menjabat sebagai pelatih kepala Persija Jakarta di kompetisi Indonesia.

Menurut laporan media Korea Selatan, Ichanela, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah memperoleh informasi mengenai keputusan KFA. Meski demikian, federasi memastikan hukuman tersebut tidak memberikan dampak terhadap status Shin sebagai pelatih Persija karena tidak memiliki yurisdiksi di luar Korea Selatan.
Menanggapi keputusan tersebut, Shin Tae Yong menyatakan ketidaksetujuannya dan menilai hukuman yang dijatuhkan tidak mencerminkan keadilan. Ia mengaku memiliki berbagai bukti yang dapat digunakan untuk membela diri, tetapi memilih tidak mengungkapkannya demi menjaga situasi sepak bola di negaranya serta melindungi para mantan anak asuhnya.
“Saya merasa ada banyak hal yang tidak adil. Saya sebenarnya ingin menyampaikan kebenaran, tetapi jika saya berbicara, murid-murid saya bisa terdampak dan kondisi sepak bola domestik juga dapat semakin memburuk,” ujar Shin sebagaimana dikutip media setempat.
Permasalahan antara Shin Tae Yong dan KFA bermula ketika dirinya masih menangani Ulsan Hyundai. Saat itu muncul laporan yang menuduhnya melakukan tindakan kekerasan terhadap beberapa pemain.
Selain itu, ia juga disebut bermain golf di tengah berlangsungnya kompetisi, yang kemudian menjadi salah satu alasan pemecatannya dari klub. Setelah proses penyelidikan selesai, KFA akhirnya menjatuhkan sanksi disiplin kepada Shin sesuai hasil sidang Komite Fair Play.







