DetikPulsa – Makanan yang Bikin Stres, Tidak semua makanan yang terasa memberi kenyamanan benar-benar efektif dalam meredakan stres. Di balik sensasi “menenangkan” tersebut, terdapat dampak biologis yang sering terabaikan, seperti fluktuasi gula darah, peningkatan hormon stres, hingga gangguan pada sistem saraf.

8 Makanan yang Bikin Stres Makin Naik
Ketika tubuh berada dalam tekanan, sistem saraf bekerja lebih intens. Dalam kondisi ini, konsumsi makanan tinggi gula, kafein, dan lemak jenuh justru berpotensi memperburuk respons stres yang sedang dialami.
Ahli gizi Brannon Blount menjelaskan bahwa hubungan antara pola makan dan stres bersifat timbal balik. Asupan yang dikonsumsi dapat memengaruhi suasana hati serta kestabilan emosi seseorang. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahwa tidak semua camilan saat stres merupakan pilihan yang tepat.
1. Permen dan makanan tinggi gula
Makanan manis seperti permen dapat memberikan sensasi bahagia secara instan karena meningkatkan kadar gula darah dengan cepat. Namun efek ini hanya sementara. Setelah itu, terjadi penurunan drastis yang membuat tubuh mudah lelah, sensitif, dan gelisah.
Kondisi ini juga dapat memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin, sehingga berdampak pada menurunnya konsentrasi dan meningkatnya rasa cemas.
2. Keripik kentang
Keripik kentang menjadi favorit karena perpaduan rasa asin, lemak, dan teksturnya yang renyah. Meski demikian, kandungan gizinya relatif rendah sehingga tidak memberikan energi yang stabil.
Karbohidrat olahan dalam camilan ini cepat dicerna dan memicu naik-turun energi secara tajam. Dalam jangka panjang, konsumsi makanan ultra proses juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan suasana hati.

3. Minuman energi
Minuman energi kerap digunakan untuk mengatasi kelelahan saat stres. Namun, kombinasi gula dan kafein tinggi di dalamnya justru membuat sistem saraf semakin terstimulasi.
Kafein dapat meningkatkan detak jantung, yang dalam kondisi stres dapat memperparah rasa gelisah, jantung berdebar, serta kesulitan berkonsentrasi.
4. Kue, biskuit, dan pastry
Jenis makanan ini mengandung gula dan tepung olahan yang mudah diserap tubuh. Dampaknya, energi meningkat dengan cepat tetapi juga menurun dalam waktu singkat.
Perubahan ini memengaruhi kestabilan emosi, di mana rasa nyaman sesaat sering digantikan oleh kelelahan dan suasana hati yang tidak menentu.
5. Minuman bersoda
Minuman bersoda mengandung kadar gula tinggi tanpa didukung serat atau protein yang dapat memperlambat penyerapannya. Akibatnya, lonjakan gula darah terjadi secara cepat.
Kondisi ini menimbulkan sensasi energi semu, sekaligus mendorong peningkatan insulin yang dapat memicu keinginan untuk terus mengonsumsi makanan manis.

6. Snack keju olahan
Produk keju olahan termasuk dalam kategori makanan ultra proses dengan kandungan lemak jenuh dan bahan tambahan yang cukup tinggi. Makanan ini tidak memberikan nutrisi yang mendukung kestabilan energi maupun emosi.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa konsumsi lemak jenuh berlebih berkaitan dengan peningkatan risiko stres dan kecemasan.
7. Konsumsi kopi berlebihan
Kopi sering menjadi pilihan untuk meningkatkan fokus saat lelah. Namun, asupan kafein yang berlebihan justru dapat memperburuk kondisi mental.
Kafein merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan produksi hormon stres, serta mengganggu kualitas tidur. Dalam situasi tertekan, efek ini membuat tubuh sulit mencapai kondisi relaksasi.
8. Es krim
Es krim identik dengan makanan penghibur saat suasana hati menurun. Akan tetapi, kandungan gula tinggi, lemak jenuh, dan kalori besar menjadikannya kurang ideal dikonsumsi saat stres.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti es krim dapat meningkatkan kadar kortisol, sehingga rasa nyaman yang muncul hanya bersifat sementara.
Pada akhirnya, pilihan makanan ketika menghadapi tekanan bukan sekadar soal rasa, tetapi juga bagaimana tubuh meresponsnya. Beberapa jenis makanan mungkin memberikan efek menenangkan di awal, tetapi berpotensi memperburuk kondisi secara perlahan tanpa disadari.







