DetikPulsa – Malaysia Segera Pangkas Kuota BBM, Malaysia berencana mengurangi kuota BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah. Kuota BBM subsidi jenis RON 95 akan diturunkan dari 300 liter per bulan menjadi 200 liter per bulan, mulai 1 April 2026.

Malaysia Segera Pangkas Kuota BBM Subsidi 1 April
Meski kuotanya dipangkas, harga BBM RON 95 tetap tidak berubah, yakni berada di angka RM 1,99 per liter atau sekitar Rp 8.411 per liter (kurs Rp 4.227 per Ringgit Malaysia). Jika konsumsi masyarakat melebihi batas yang ditentukan, maka pembelian berikutnya akan dikenakan harga pasar.
Direktur Strategi Investasi dan Ekonom Negara IPPFA Sdn Bhd, Mohd Sedek Jantan, menilai kebijakan penyesuaian kuota ini merupakan langkah yang tepat, meskipun belum menjadi solusi jangka panjang yang paling efektif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/MALAYSIA-TERAPKAN-WFH-aNWAR-iBRAHIM.jpg)
Kebijakan tersebut dinilai penting mengingat beban subsidi yang diperkirakan bisa mencapai RM 24 miliar tahun ini dan berpotensi menjadi risiko besar bagi fiskal negara.
“Menunda langkah pemangkasan subsidi hanya akan memperbesar beban di masa depan. Dengan bertindak lebih awal, pemerintah bisa melakukan penyesuaian secara bertahap dan terkontrol, dibandingkan harus mengambil kebijakan mendadak yang berpotensi menimbulkan gangguan,” ujar Sedek, dikutip dari Bernama, Kamis (26/3/2026).
Dari sisi fiskal, ia menambahkan bahwa pengurangan kuota dapat memberikan penghematan yang lebih stabil serta mudah diprediksi.

“Secara sederhana, pembatasan kuota membantu mengendalikan konsumsi di level tertentu, sementara penyesuaian harga akan mendorong perubahan perilaku yang lebih signifikan serta mendukung keberlanjutan fiskal,” jelasnya.
Pendapat serupa juga disampaikan Kepala Ekonom CGS International Securities Malaysia, Nazmi Idrus, yang menilai kebijakan ini lebih baik dibandingkan menaikkan harga RON 95 secara menyeluruh.
“Berdasarkan laporan media, sekitar 90% konsumen menggunakan bahan bakar kurang dari 200 liter per bulan, sehingga mayoritas masyarakat tetap terlindungi,” ujar Nazmi.






