Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

7 Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur’an

7 Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur’an

DetikPulsa – Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur’an, kitab suci itu tidak hanya memuat ajaran tentang ibadah dan ketuhanan, tetapi juga mengandung berbagai penjelasan yang sering dikaitkan dengan fenomena alam. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, sejumlah ayat kerap dihubungkan dengan temuan sains modern.

7 Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur'an
Api di dasar laut

7 Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur’an

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh fenomena yang sering dikaitkan dengan penjelasan dalam Al-Qur’an.

1. Api di dasar laut

Fenomena ini pernah diteliti oleh ahli geologi Rusia Anatol Sbagovich bersama ilmuwan asal Amerika, Yuri Bagdanov, ketika mereka mengamati kerak dan patahan Bumi di dasar laut lepas pantai Miami.

Dalam penelitian tersebut ditemukan aliran lava cair yang disertai abu vulkanik dengan suhu tinggi. Peristiwa ini sering dikaitkan dengan firman Allah dalam surah At-Tur ayat 6:

“Dan laut yang di dalam tanahnya ada api.” (QS. At-Tur: 6).

2. Pertemuan dua laut yang tidak bercampur

Al-Qur’an menyebut adanya dua lautan yang bertemu tetapi memiliki batas di antara keduanya. Fenomena ini kerap dihubungkan dengan kondisi di Selat Gibraltar yang mempertemukan Laut Mediterania dan Samudera Atlantik.

Para ilmuwan menjelaskan bahwa perbedaan suhu, kadar garam, dan massa jenis air membuat keduanya tidak langsung menyatu. Hal ini dikaitkan dengan surah Ar-Rahman ayat 19-20:

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman: 19-20).

7 Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur'an
Pertemuan dua laut yang tidak bercampur

3. Garis edar tata surya

Al-Qur’an juga menyinggung peredaran benda langit. Dalam sistem tata surya, planet dan satelit bergerak mengikuti orbitnya masing-masing karena pengaruh gravitasi.

Penjelasan ini sering dihubungkan dengan surah Al-Anbiya ayat 33:

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya.” (QS. Al-Anbiya: 33).

4. Sungai di dasar laut

Penjelajah laut asal Prancis, Jacques Yves Cousteau, pernah mengungkap adanya aliran air di dasar laut yang tampak seperti sungai. Para peneliti menyebut fenomena ini berkaitan dengan perbedaan kandungan zat seperti hidrogen sulfida sehingga membentuk lapisan berbeda di bawah laut.

Peristiwa ini sering dikaitkan dengan surah Al-Furqan ayat 53:

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir berdampingan; yang satu tawar dan segar, dan yang lain asin lagi pahit. Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus.” (QS. Al-Furqan: 53).

5. Proses terbentuknya hujan

Tahapan terbentuknya hujan dalam sains melibatkan penguapan, pembentukan awan, hingga turunnya air ke permukaan Bumi. Penjelasan mengenai angin yang menggerakkan awan dan turunnya hujan disebut dalam surah Ar-Rum ayat 48-49:

“Allah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya…” (QS. Ar-Rum: 48-49).

7 Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur'an
Sidik jari manusia

6. Sidik jari manusia

Setiap manusia memiliki pola sidik jari yang unik, bahkan pada anak kembar identik sekalipun. Penelitian ilmiah tentang sidik jari sebagai metode identifikasi mulai berkembang pada akhir abad ke-19, salah satunya oleh Sir Francis Galton pada 1880.

Keunikan jari manusia sering dikaitkan dengan surah Al-Qiyamah ayat 3-4:

“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang-belulangnya? Bahkan Kami mampu menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna.” (QS. Al-Qiyamah: 3-4).

7. Big Bang

Teori Big Bang dalam kosmologi menjelaskan bahwa alam semesta pada awalnya berada dalam kondisi sangat padat dan panas, kemudian mengembang hingga membentuk galaksi, bintang, dan planet seperti sekarang.

Konsep ini sering dihubungkan dengan surah Al-Anbiya ayat 30:

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan Bumi itu keduanya dahulu menyatu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup…” (QS. Al-Anbiya: 30).

Fenomena-fenomena tersebut kerap menjadi bahan refleksi tentang hubungan antara wahyu dan ilmu pengetahuan. Dari ketujuh poin di atas, mana yang baru kamu ketahui?

7 Fenomena Alam yang Disebutkan dalam Al-Qur'an
Big Bang
Share: