DetikPulsa – Konglomerat RI Masuk dalam Dokumen Epstein, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait Jeffrey Epstein yang memuat beragam materi, mulai dari foto, video, hingga arsip percakapan email. Dalam berkas tersebut, tercantum pula sejumlah nama tokoh asal Indonesia.

2 Konglomerat RI Masuk dalam Dokumen Epstein
Mengutip laporan BBC, Selasa (10/2/2026), beberapa figur Indonesia muncul dalam dokumen tersebut, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Menteri Keuangan pada masa pemerintahannya, Sri Mulyani. Nama keduanya tercantum dalam konteks korespondensi email yang membahas perkembangan isu dan berita global.
Selain tokoh pemerintahan, sejumlah pengusaha besar Indonesia juga ikut disebut, di antaranya Hary Tanoesoedibjo dan Eka Tjipta. Namun, penyebutan nama-nama konglomerat ini berkaitan dengan urusan bisnis dan properti yang terhubung dengan Donald Trump, bukan secara langsung dengan kasus Epstein.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Hary-Tanoesoedibjo-dan-Eka-Tjipta-Widjaja.jpg)
Laporan ABC Australia merinci bahwa nama Hary Tanoesoedibjo muncul dalam dokumen yang memuat percakapan antara seorang Confidential Human Source atau sumber rahasia dengan FBI. Percakapan tersebut menyinggung status Hary sebagai miliarder serta keterlibatannya dalam pengembangan properti hotel milik Trump.
Dalam dokumen itu juga disebutkan dugaan bahwa Hary membeli salah satu properti Trump di Beverly Hills dengan harga yang lebih tinggi dari nilai pasar.
ABC Indonesia menyatakan telah mencoba meminta konfirmasi kepada Hary Tanoesoedibjo terkait informasi tersebut, namun belum memperoleh tanggapan hingga laporan dipublikasikan.
Masih dari laporan yang sama, nama warga Indonesia lainnya, Eka Widjaja, turut disebut sebagai pembeli rumah mewah milik Trump di Beverly Hills dengan nilai US$ 9,5 juta yang dibayarkan secara tunai.

Meski demikian, hingga kini tidak ada temuan yang menunjukkan bahwa tokoh-tokoh Indonesia yang namanya tercantum dalam dokumen tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan Jeffrey Epstein. Sebagian besar penyebutan nama hanya muncul dalam catatan atau memo yang membahas isu ekonomi dan perkembangan global, seperti halnya Jokowi dan Sri Mulyani.
Dengan demikian, kemunculan nama warga Indonesia dalam arsip tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai keterlibatan dalam jaringan kejahatan seksual yang menjadi sorotan publik internasional.







