Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026: Kita Harus Terus Bersatu

Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026: Kita Harus Terus Bersatu

DetikPulsa – Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan menjelang Ramadan saat berpidato dalam acara pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Sabtu (7/2).

Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026: Kita Harus Terus Bersatu
Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026

Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026: Kita Harus Terus Bersatu

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo berulang kali menekankan pentingnya menjaga persatuan, termasuk ketika menyampaikan pesan khusus menyambut bulan suci.

Ia mengingatkan bahwa umat Islam akan segera memasuki Ramadan dan mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan. Prabowo juga mengajak bangsa Indonesia untuk berdoa agar selalu berada dalam lindungan Tuhan.

Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim diperkirakan akan mulai menjalani Ramadan pada pertengahan Februari, kemungkinan sekitar 18 Februari, dengan Hari Raya Idul Fitri yang diprediksi jatuh pada 19 atau 20 Maret 2026.

Pada kesempatan yang sama, Prabowo berharap bangsa Indonesia senantiasa dijauhkan dari perpecahan serta berbagai bencana. Ia menekankan bahwa setiap perbedaan pandangan sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah untuk mencapai mufakat.

Prabowo juga menilai Indonesia kini menjadi teladan bagi dunia sebagai umat Muslim yang menjunjung tinggi nilai perdamaian dan kesejukan. Menurutnya, umat Islam di Indonesia dikenal tidak mengedepankan kebencian, berani menegakkan keadilan, serta mengutamakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.

Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026: Kita Harus Terus Bersatu
Prabowo Harap Indonesia Dijauhkan dari Perpecahan dan Bencana

Ia mengaku merasa terhormat dapat hadir dan berkumpul bersama para ulama dan umara. Prabowo menegaskan bahwa persatuan para ulama merupakan kekuatan penting bagi bangsa dalam menjaga stabilitas dan persaudaraan.

Dalam acara tersebut, Prabowo turut menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan kepada jajaran pengurus dan dewan MUI yang baru saja dikukuhkan.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia menggelar Musyawarah Nasional (Munas) XI pada November 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta. Dalam Munas tersebut, Anwar Iskandar kembali dipercaya untuk memimpin MUI.

Selain itu, Munas XI juga menetapkan M Cholil Nafis, Marsudi Syuhud, dan Anwar Abbas sebagai wakil ketua umum, sementara posisi Sekretaris Jenderal diamanahkan kepada Amirsyah Tambunan.

Prabowo Siapkan Lahan 4000 Meter di Bundaran HI untuk Kantor MUI

Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan lahan gedung seluas hampir 4.000 meter persegi yang akan digunakan sebagai kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta sejumlah lembaga dan badan umat Islam lainnya.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus MUI 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2). Ia menegaskan bahwa lahan yang disediakan berada di kawasan strategis, tepatnya di depan Bundaran HI.

Prabowo menjelaskan, gedung tersebut nantinya tidak hanya diperuntukkan bagi MUI, tetapi juga akan menampung berbagai lembaga keumatan lainnya, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Badan Wakaf Indonesia (BWI), serta organisasi kemasyarakatan Islam yang membutuhkan fasilitas perkantoran.

Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026: Kita Harus Terus Bersatu
Munajat Bersama dan Pengukuhan Pengurus MUI

Menurutnya, rencana pembangunan gedung ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar. Gedung tersebut direncanakan memiliki ketinggian sekitar 40 lantai.

Ia menyebutkan, jumlah lantai sepenuhnya akan menyesuaikan kebutuhan, namun gagasan awal yang disampaikan adalah pembangunan gedung bertingkat tinggi untuk menampung berbagai institusi. Permintaan tersebut, kata Prabowo, telah disampaikan beberapa bulan sebelumnya oleh Nasaruddin Umar.

Prabowo menambahkan, kehadiran gedung institusi Islam di pusat kota bertujuan agar kawasan Bundaran HI tidak hanya didominasi oleh hotel berbintang dan pusat perbelanjaan. Menurutnya, kawasan tersebut juga perlu diisi oleh kantor-kantor lembaga keagamaan yang memiliki peran strategis bagi umat.

Ia berharap keberadaan gedung tersebut dapat menjadi simbol hadirnya institusi Islam di jantung ibu kota Jakarta, sekaligus memperkuat peran lembaga-lembaga keumatan dalam kehidupan berbangsa.

Sementara itu, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menjelaskan bahwa gedung tersebut akan memanfaatkan lahan bekas Kedutaan Besar Inggris yang berada di kawasan Jalan Thamrin, tepat di samping Hotel Grand Hyatt.

Menurut Nusron, gedung itu direncanakan menjadi kantor bersama bagi sejumlah lembaga umat Islam, termasuk Baznas, Badan Wakaf Indonesia, Majelis Ulama Indonesia, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), serta institusi keumatan lainnya.

Terkait jumlah lantai, Nusron menyampaikan bahwa desain awal yang disusun oleh Kementerian Agama mengusulkan bangunan setinggi 40 lantai yang akan dibagi sesuai kebutuhan masing-masing lembaga.

Mengenai anggaran dan target waktu pembangunan, Nusron menyarankan agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Agama. Meski demikian, ia menegaskan bahwa gagasan tersebut mendapat sambutan positif sebagai langkah memperkuat peran lembaga umat Islam di Indonesia.

Pesan Prabowo Jelang Ramadan 2026: Kita Harus Terus Bersatu
Pesan Prabowo
Share: