DetikPulsa – Makanan Kaya Probiotik, Banyak orang menjadikan yogurt sebagai makanan sumber probiotik. Padahal, ada beragam pilihan makanan lain yang juga mengandung bakteri baik untuk mendukung kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh.

7 Makanan Kaya Probiotik yang Sehat untuk Pencernaan
Menurut Cleveland Clinic, Probiotik adalah mikroorganisme hidup yang berperan menjaga keseimbangan mikrobiota di dalam usus. Umumnya, probiotik terdapat pada makanan hasil fermentasi.
Namun perlu dicatat, tidak semua produk fermentasi mengandung probiotik aktif, terutama jika telah melalui proses pasteurisasi karena proses tersebut dapat mematikan bakteri baik.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut rekomendasi makanan yang mengandung probiotik selain yogurt.
1. Tempe
Makanan fermentasi berbahan dasar kedelai ini sangat populer di Indonesia dan dikenal sebagai sumber protein nabati. Mengutip Healthline, proses fermentasi pada tempe membantu menurunkan kadar asam fitat, senyawa yang dapat menghambat penyerapan mineral seperti zat besi dan seng.
Selain itu, fermentasi tempe juga menghasilkan vitamin B12, nutrisi yang tidak ditemukan pada kedelai mentah.

2. Beberapa jenis keju
Walau sebagian besar keju dibuat melalui proses fermentasi, tidak semuanya mengandung probiotik hidup. Untuk mendapatkan manfaat probiotik, pilih keju dengan keterangan live cultures atau active cultures pada kemasannya.
Jenis keju seperti cheddar, mozzarella, gouda, dan keju cottage umumnya memiliki kandungan probiotik yang lebih baik dibandingkan keju lainnya.
3. Acar mentimun
Acar mentimun yang difermentasi secara alami menggunakan air dan garam dapat menjadi sumber probiotik yang baik. Proses fermentasi dengan bantuan bakteri asam laktat menghasilkan rasa asam khas sekaligus mendukung kesehatan sistem pencernaan.
Perlu diperhatikan, acar yang dibuat menggunakan cuka tidak termasuk sumber probiotik karena tidak mengandung bakteri hidup.
4. Miso
Miso merupakan bumbu khas Jepang yang dihasilkan dari fermentasi kedelai, garam, dan kultur koji. Bahan ini sering digunakan sebagai sup atau campuran bumbu masakan.
Menurut Very Well Health, probiotik dalam miso berperan dalam menjaga kesehatan usus dan membantu mengurangi peradangan. Beberapa penelitian juga menunjukkan potensi miso dalam membantu menurunkan tekanan darah serta mencegah kanker, meski temuan ini masih membutuhkan kajian lanjutan.

5. Kimchi
Kimchi adalah makanan fermentasi tradisional Korea yang dibuat dari kubis atau lobak yang difermentasi bersama garam dan rempah. Proses fermentasinya menghasilkan berbagai bakteri probiotik yang bermanfaat bagi pencernaan, sistem imun, hingga kesehatan jantung.
Konsumsi kimchi secara rutin juga dikaitkan dengan penurunan risiko peradangan dalam tubuh.
6. Peyeum
Tape singkong atau peyeum merupakan makanan fermentasi khas Jawa Barat. Singkong yang telah dibersihkan diberi ragi, kemudian difermentasi dalam wadah berlapis daun pisang.
Hasil fermentasi menghasilkan tape dengan tekstur lembut dan rasa khas, serta mengandung bakteri probiotik seperti Lactobacillus dan Lactococcus yang baik untuk pencernaan.
7. Tape ketan
Selain singkong, beras ketan juga dapat diolah melalui proses fermentasi menjadi tape. Beras ketan dicuci, direndam, dikukus, lalu diberi ragi sebelum disimpan dalam wadah tertutup.
Tape ketan memiliki cita rasa manis dan sedikit asam, serta mengandung kultur probiotik yang mendukung kesehatan saluran cerna.
Dengan berbagai pilihan tersebut, kamu tidak harus selalu bergantung pada yogurt. Beragam makanan fermentasi ini bisa menjadi alternatif untuk menjaga keseimbangan usus dan membantu meningkatkan daya tahan tubuh.







