Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

7 Penyebab Testis Terpelintir yang Wajib diketahui

7 Penyebab Testis Terpelintir yang Wajib diketahui

DetikPulsa – Penyebab Testis Terpelintir, atau dalam istilah medis disebut Torsio testis, merupakan kondisi serius yang menyebabkan rasa sakit hebat pada testis atau buah zakar. Anda perlu memahami berbagai penyebabnya sebagai langkah antisipasi sejak dini.

7 Penyebab Testis Terpelintir yang Wajib diketahui
Testis Terpelintir – torsio testis

7 Penyebab Testis Terpelintir yang Wajib diketahui

Mengacu pada Cleveland Clinic, torsio testis terjadi ketika tali spermatik yang berfungsi menyalurkan darah ke testis berputar hingga menghentikan aliran darah. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kematian jaringan pada testis.

Testis sendiri merupakan organ reproduksi pria yang berada di dalam skrotum, yaitu kantong yang menggantung di bawah penis. Organ ini memiliki peran penting dalam menghasilkan hormon serta sperma.

Meskipun tergolong jarang, Torsio Testis biasanya muncul secara tiba-tiba dan membutuhkan penanganan medis darurat.

Pada sebagian besar pria, kondisi ini ditandai dengan nyeri hebat yang datang mendadak. Rasa sakit tersebut bisa menjalar ke perut, menimbulkan mual, bahkan membuat penderitanya kesulitan berjalan.

7 Penyebab Testis Terpelintir yang Wajib diketahui
Bell clapper deformity

Merangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa penyebab umum testis terpelintir yang perlu diwaspadai.

1. Bell clapper deformity

Dalam kondisi normal, testis tidak dapat bergerak bebas di dalam skrotum karena ditopang jaringan penyangga yang kuat. Namun, pada sebagian orang terdapat kelainan bawaan yang disebut bell clapper deformity, yang membuat testis lebih mudah bergerak.

Menurut Healthline, kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya puntiran pada tali spermatik hingga memicu torsio testis. Bahkan, kelainan ini disebut sebagai penyebab mayoritas kasus testis terpelintir.

2. Faktor keturunan

Riwayat keluarga juga dapat berperan dalam meningkatkan risiko torsio testis. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami kondisi ini, kemungkinan seseorang mengalaminya juga bisa lebih tinggi.

Meski demikian, hanya sebagian kecil kasus yang benar-benar memiliki hubungan langsung dengan faktor genetik. Namun, keberadaan kelainan bawaan seperti bell clapper deformity diduga menjadi faktor pendukung utama.

3. Masa pubertas

Usia menjadi salah satu faktor penting, terutama pada rentang 12 hingga 18 tahun saat masa pubertas. Pada periode ini, ukuran testis meningkat sehingga lebih rentan mengalami perputaran.

7 Penyebab Testis Terpelintir yang Wajib diketahui
Aktivitas fisik intens atau cedera

Selain itu, perubahan hormon yang terjadi juga dapat memengaruhi kekuatan jaringan penyangga testis. Oleh karena itu, remaja perlu lebih waspada terhadap kondisi ini.

4. Posisi tidur menyamping

Posisi tidur miring dapat memberikan tekanan pada area selangkangan, terutama ketika testis dan penis terjepit di antara kedua kaki.

Pada anak-anak dan remaja, kondisi ini berpotensi memicu testis berputar dan menyebabkan torsio. Jika berlangsung lebih dari 12 jam tanpa disadari, dapat terjadi kerusakan jaringan akibat kekurangan oksigen.

5. Aktivitas fisik intens atau cedera

Aktivitas fisik seperti berlari, melompat, atau bergerak cepat dapat memicu perputaran testis di dalam skrotum, terutama jika struktur penyangganya tidak cukup kuat.

Cedera pada area selangkangan, misalnya akibat benturan saat berolahraga atau terjatuh, juga bisa menjadi pemicu. Namun, perlu diketahui bahwa torsio testis tidak selalu terjadi akibat cedera, karena banyak kasus muncul saat tubuh sedang beristirahat.

6. Paparan udara dingin

Paparan suhu dingin, terutama saat tidur, dapat menyebabkan otot-otot di sekitar skrotum berkontraksi. Kondisi ini dapat memicu testis berputar, yang dikenal sebagai torsio nokturnal.

7. Menggunakan skinny jeans

Penggunaan skinny jeans atau celana yang terlalu ketat juga dapat meningkatkan risiko torsio testis. Tekanan berlebih pada area selangkangan membuat ruang gerak menjadi terbatas dan dapat memicu gangguan pada testis.

Menurut Peak Men’s Health, kebiasaan ini bisa meningkatkan tekanan pada organ reproduksi. Jika muncul nyeri tajam, parah, atau berlangsung lama akibat penggunaan celana ketat, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis urologi.

Itulah berbagai kemungkinan penyebab torsio testis atau kondisi testis terpelintir yang perlu diwaspadai. Jangan abaikan nyeri hebat pada testis, terlebih jika disertai mual, dan segera konsultasikan dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

7 Penyebab Testis Terpelintir yang Wajib diketahui
Masa pubertas
Share: