Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

6 Bahaya Kopi Sachet, Kamu Wajib Tahu

6 Bahaya Kopi Sachet, Kamu Wajib Tahu

DetikPulsa – Bahaya Kopi Sachet, Sering memulai hari dengan kopi instan? Praktis dan ekonomis memang, tetapi ada sejumlah risiko dari kopi sachet yang kerap luput dari perhatian.

6 Bahaya Kopi Sachet, Kamu Wajib Tahu
Kopi instan

6 Bahaya Kopi Sachet, Kamu Wajib Tahu

Kopi sachet atau kopi instan adalah jenis kopi yang telah melalui proses tertentu sehingga dapat langsung diseduh menggunakan air panas tanpa memerlukan alat khusus seperti mesin espresso atau penyaring manual. Kemudahan ini membuatnya banyak dipilih, terutama oleh mereka yang memiliki aktivitas padat.

Namun, di balik kepraktisannya, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mengacu pada Healthline, berikut sejumlah risiko dari konsumsi kopi sachet:

1. Kandungan nutrisi relatif rendah

Seperti jenis kopi lainnya, kopi instan tetap mengandung Antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari paparan radikal bebas. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan proses pengolahan tertentu dapat meningkatkan kadar antioksidan tertentu.

Meski demikian, dari segi nutrisi, satu cangkir kopi instan umumnya hanya mengandung sekitar 7 kalori, serta sedikit kalium, magnesium, dan vitamin B3 (niasin). Dengan kata lain, kontribusi gizinya tergolong minimal.

6 Bahaya Kopi Sachet, Kamu Wajib Tahu
Iritasi lambung

2. Kandungan kafein dapat menimbulkan efek tertentu

Dalam satu cangkir kopi instan (sekitar satu sendok teh bubuk), terdapat sekitar 30-90 mg kafein. Jumlah ini memang lebih rendah dibandingkan kopi seduh yang bisa mencapai 70-140 mg per cangkir.

Namun, konsumsi kafein secara berlebihan tetap dapat memicu efek seperti jantung berdebar, rasa gelisah, gangguan tidur, hingga masalah pada lambung. Bagi sebagian orang yang sensitif, bahkan asupan kecil kafein sudah dapat menimbulkan keluhan.

3. Mengandung akrilamida dalam jumlah lebih tinggi

Salah satu hal yang sering menjadi perhatian adalah kandungan akrilamida. Zat kimia ini terbentuk selama proses pemanggangan biji kopi. Pada kopi instan, kadarnya bisa lebih tinggi dibandingkan kopi seduh karena proses produksinya.

Paparan akrilamida dalam jumlah besar pada hewan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan gangguan sistem saraf. Walaupun asupan dari kopi umumnya masih berada dalam batas aman, paparan jangka panjang tetap menjadi perhatian dalam penelitian.

4. Berpotensi memicu iritasi lambung

Kopi instan umumnya memiliki tingkat keasaman yang lebih tinggi. Bagi individu dengan gangguan asam lambung atau GERD, kondisi ini dapat memicu rasa tidak nyaman seperti perih, mual, atau sensasi panas di dada.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa gejala refluks dapat lebih mudah muncul setelah mengonsumsi kopi instan dibandingkan kopi saring atau metode cold brew.

6 Bahaya Kopi Sachet, Kamu Wajib Tahu
Sistem saraf

5. Dampak pada jantung dan sistem saraf

Perpaduan kafein dan senyawa aktif dalam kopi instan dapat meningkatkan detak jantung serta memicu rasa cemas, terutama pada individu yang sensitif.

Selain itu, kopi instan biasanya mengandung lebih sedikit senyawa cafestol dan kahweol dibandingkan kopi seduh. Kedua senyawa ini diketahui memiliki potensi dalam mendukung kesehatan jantung, sehingga efek perlindungannya bisa lebih terbatas.

6. Penurunan kapasitas antioksidan

Walaupun tetap mengandung antioksidan, proses pengolahan kopi instan dapat mengurangi kapasitasnya hingga sekitar 40 persen. Penurunan ini berpotensi mengurangi perlindungan terhadap stres oksidatif yang berkaitan dengan penuaan serta berbagai penyakit degeneratif.

Terlepas dari berbagai kekurangan tersebut, kopi instan tetap memiliki sejumlah manfaat bila dikonsumsi secara wajar.

Asupan kopi dalam batas yang tepat dapat membantu meningkatkan fungsi otak, mempercepat metabolisme, serta dikaitkan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2, penyakit hati, hingga gangguan neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Beberapa studi observasional juga menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi kopi dengan risiko depresi yang lebih rendah serta peluang hidup yang lebih panjang. Namun demikian, jenis penelitian ini belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung.

Secara umum, konsumsi sekitar 3-5 cangkir kopi per hari sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan yang optimal, selama disesuaikan dengan kondisi tubuh dan tidak berlebihan.

Itulah sejumlah hal yang perlu dipahami sebelum menjadikan kopi sachet sebagai bagian dari kebiasaan harian. Mengonsumsi secara bijak menjadi kunci agar manfaat tetap diperoleh tanpa mengabaikan kesehatan.

6 Bahaya Kopi Sachet, Kamu Wajib Tahu
Kopi instan
Share: