DetikPulsa – Minuman Wajib di Hindari Sehabis Minum Obat, Saat menjalani pengobatan, banyak orang hanya memperhatikan jadwal serta dosis obat, tetapi kurang memerhatikan apa yang diminum setelahnya. Padahal, pilihan minuman dapat memengaruhi cara kerja obat di dalam tubuh.

5 Minuman Wajib di Hindari Sehabis Minum Obat
Bagi Anda yang sedang menjalani terapi, sebaiknya hindari lima jenis minuman berikut setelah minum obat agar manfaat pengobatan tetap optimal.
Anjuran mengonsumsi air putih saat menelan obat bukan tanpa alasan. Air bersifat netral dan tidak menimbulkan reaksi kimia yang dapat mengganggu kandungan obat.
Selain diminum bersamaan dengan obat, mencukupi kebutuhan cairan selama masa terapi juga penting untuk membantu proses metabolisme tubuh. Air putih menjadi pilihan paling aman karena tidak mengandung zat aktif yang berpotensi berinteraksi dengan obat.
Sayangnya, sebagian orang justru memilih minuman manis, berkafein, atau berkarbonasi sebagai pendamping obat. Beberapa di antaranya bahkan bisa menghambat penyerapan atau memengaruhi stabilitas zat aktif di dalamnya.
Interaksi tersebut dapat menurunkan khasiat obat dan, dalam kondisi tertentu, meningkatkan risiko efek samping. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut minuman yang sebaiknya dihindari setelah minum obat.

Minuman yang dihindari sehabis minum obat
Berikut jenis minuman yang perlu dihindari agar tidak mengganggu proses penyerapan obat.
1. Susu dan produk olahannya
Saran untuk tidak mengonsumsi susu setelah minum obat sudah lama dikenal. Susu sapi, buttermilk, serta produk turunannya mengandung kalsium dan protein tertentu yang dapat berikatan dengan zat aktif obat.
Ikatan tersebut membuat obat lebih sulit diserap secara maksimal. Sejumlah antibiotik dan obat tertentu diketahui sensitif terhadap kandungan dalam susu.
Akibatnya, efek terapi bisa berkurang secara signifikan. Karena itu, selama menjalani pengobatan, sebaiknya beri jeda sebelum mengonsumsi produk berbahan dasar susu.
2. Kopi
Kopi menjadi pilihan banyak orang untuk memulai hari. Namun, minuman ini mengandung kafein serta senyawa lain yang cukup kuat memengaruhi tubuh.
Kafein dapat merangsang kerja enzim di hati sehingga obat terurai lebih cepat dari seharusnya. Hal ini membuat efek terapi tidak berlangsung optimal.
Selain itu, kombinasi kopi dan obat tertentu bisa memicu keluhan seperti jantung berdebar, gelisah, atau gangguan lambung.
:format(webp)/article/GUg6n8fD4DUBU3n22TyaK/original/091930900_1529021953-Tak-Cuma-Saat-Lebaran_-Ini-Alasan-Hindari-Minuman-Soda-By-benjamas11-shutterstock_361921463.jpg)
3. Minuman soda
Minuman bersoda dikenal tinggi gula dan mengandung karbonasi. Jika dikonsumsi berlebihan, minuman ini dapat memicu gangguan kesehatan.
Karbonasi dan kadar gula yang tinggi dapat memengaruhi kondisi saluran cerna, termasuk keseimbangan asam-basa. Perubahan tersebut berpotensi menghambat penyerapan obat.
Dalam beberapa kasus, soda juga bisa menurunkan efektivitas zat aktif sehingga manfaatnya tidak maksimal.
4. Jus jeruk
Jus jeruk kaya vitamin C dan sering dianggap baik untuk daya tahan tubuh. Namun, tidak semua obat cocok dikonsumsi bersamaan dengan minuman ini.
Beberapa senyawa dalam jus jeruk dapat memengaruhi proses pelepasan dan penyerapan obat di dalam tubuh. Interaksi ini dapat mengubah cara kerja obat, baik memperkuat maupun melemahkan efeknya.
Akibatnya, respons tubuh terhadap obat bisa menjadi tidak terprediksi.
5. Minuman berenergi
Minuman berenergi umumnya mengandung kafein, gula, serta zat stimulan dalam kadar tinggi. Produk ini sering dikonsumsi untuk meningkatkan stamina.
Namun, kandungan tersebut kurang mendukung proses pemulihan saat seseorang sedang sakit. Kombinasi zat stimulan dengan obat tertentu berpotensi menimbulkan interaksi yang tidak diinginkan.
Alih-alih membantu, minuman berenergi justru bisa mengganggu keseimbangan tubuh selama masa pengobatan.
Itulah lima minuman yang sebaiknya dihindari setelah minum obat. Beberapa di antaranya dapat menghambat penyerapan, memengaruhi stabilitas zat aktif, hingga mengurangi efektivitas terapi yang sedang dijalani.







