4 Kesalahan Jalan Kaki yang Bikin BB Susah Turun – Jalan kaki dapat membantu menurunkan berat badan karena aktivitas ini membakar kalori serta meningkatkan metabolisme. Namun, jika tekniknya keliru, angka di timbangan mungkin tidak berubah.

4 Kesalahan Jalan Kaki yang Bikin BB Susah Turun
Dilansir dari Times of India, kesalahan dalam berjalan kaki tidak hanya membuat berat badan sulit turun, tetapi juga bisa berdampak buruk pada postur tubuh serta menyebabkan nyeri di kaki.
Joana Hall, pendiri WalkActive, mengungkapkan bahwa banyak orang tidak menyadari kesalahan yang mereka lakukan saat berjalan. Berikut beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:
1. Menggunakan Otot yang Tidak Tepat
Orang yang terlalu bergantung pada otot fleksor pinggul saat berjalan, tanpa melibatkan rantai posterior, lebih rentan mengalami nyeri punggung.
Jika fokus utama terletak pada fleksor pinggul, keseimbangan tubuh bisa terganggu dan langkah menjadi lebih pendek serta kaku. Selain menyebabkan ketidaknyamanan, pola jalan yang salah ini juga dapat menghambat efektivitas latihan dalam menurunkan berat badan.

2. Menapak dengan Kaki Datar
Langkah kaki yang datar dan menghentak dapat menimbulkan rasa sakit serta ketidaknyamanan, membuat durasi latihan menjadi lebih singkat dan mengurangi jumlah kalori yang terbakar.
Kaki manusia memiliki 26 tulang serta 33 sendi yang berperan dalam memberikan keseimbangan dan fleksibilitas. Jika kaki tidak digunakan secara optimal saat berjalan, manfaat latihan bisa berkurang.
3. Tubuh Condong ke Depan
Mencondongkan tubuh ke depan saat berjalan bisa meningkatkan tekanan pada tulang belakang dan membatasi ruang geraknya.
Postur yang kurang baik juga dapat menghambat pernapasan dalam, yang berakibat pada berkurangnya efisiensi latihan dan jumlah kalori yang terbakar.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1459235/original/059106800_1483460770-Manfaat-Olahraga-Berjalan-Kaki-Bagi-Kesehatan-Tulang.jpg)
4. Lengan Tidak Bergerak
Jalan kaki yang optimal seharusnya melibatkan gerakan lengan, bukan membiarkannya diam menggantung.
Saat lengan tidak aktif, tubuh kehilangan kesempatan untuk menggerakkan seluruh bagian dengan seimbang. Hal ini juga menghambat aktivasi otot perut, sehingga pembakaran lemak di area pinggang dan perut menjadi kurang efektif.
