Jangan Tampilkan Lagi Ya, Saya Mau!

3 Golongan Darah yang Paling Berisiko Sakit Jantung

3 Golongan Darah yang Paling Berisiko Sakit Jantung

DerikPulsa – Golongan Darahyang Paling Berisiko Sakit Jantung, variasi golongan darah kerap dianggap sekadar informasi medis dasar. Padahal, sistem ABO juga dapat memberi gambaran tentang kecenderungan risiko sejumlah kondisi kesehatan, termasuk penyakit jantung dan diabetes tipe 2. Hubungan ini sering luput dari perhatian, meski penting untuk dipahami sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung.

3 Golongan Darah yang Paling Berisiko Sakit Jantung
Risiko Sakit Jantung

3 Golongan Darah yang Paling Berisiko Sakit Jantung

Hingga kini, para peneliti belum sepenuhnya memahami alasan munculnya variasi golongan darah seperti A, B, AB, dan O.

Menurut ahli hematologi dari Penn Medicine, Dr Douglas Guggenheim, perbedaan tersebut kemungkinan berkaitan dengan asal-usul leluhur serta paparan infeksi di masa lalu yang memicu mutasi pelindung dalam darah.

Sebagai ilustrasi, individu dengan golongan darah O cenderung mengalami gejala yang lebih berat ketika terinfeksi kolera. Sementara itu, pemilik golongan darah A atau B lebih berisiko mengalami gangguan pembekuan darah.

Meski golongan darah tidak bisa berubah mengikuti ancaman biologis secara langsung, karakteristik ini mencerminkan proses adaptasi yang terjadi pada masa lampau.

“Secara sederhana, tubuh seakan berevolusi mengikuti lingkungannya demi perlindungan terbaik,” ujar Dr Guggenheim.

Golongan Darah dan Risiko Penyakit Jantung

Berdasarkan data American Heart Association (AHA), orang dengan golongan darah A, B, atau AB memiliki risiko lebih tinggi mengalami serangan jantung maupun gagal jantung dibandingkan mereka yang bergolongan darah O.

Kenaikan risikonya memang tidak terlalu besar, tetapi cukup konsisten. Studi berskala besar menunjukkan golongan darah A dan B memiliki risiko serangan jantung sekitar 8 persen lebih tinggi serta risiko gagal jantung meningkat hingga 10 persen. Perbedaan yang lebih mencolok terlihat pada risiko pembekuan darah.

Dalam penelitian yang sama, individu bergolongan darah A dan B tercatat memiliki kemungkinan 51 persen lebih tinggi mengalami trombosis vena dalam serta 47 persen lebih tinggi terkena emboli paru. Kedua kondisi ini merupakan gangguan serius yang juga dapat berkontribusi pada terjadinya gagal jantung.

3 Golongan Darah yang Paling Berisiko Sakit Jantung
Variasi Golongan darah

Mengapa Risikonya Bisa Lebih Tinggi

Dr Guggenheim menjelaskan bahwa salah satu faktor yang mungkin berperan adalah tingkat peradangan. Pada golongan darah A, B, dan AB, protein tertentu diduga dapat memicu penebalan atau penyumbatan pembuluh darah, sehingga meningkatkan kecenderungan pembekuan dan masalah kardiovaskular.

Ia juga menilai mekanisme ini bisa menjadi salah satu penjelasan mengapa pemilik golongan darah O tampak memiliki risiko lebih rendah mengalami COVID-19 dengan gejala berat.

Dampak Kesehatan Lain yang Perlu Diketahui

Meski relatif lebih terlindungi dari penyakit jantung dan pembekuan darah, golongan darah O bukan tanpa risiko. Mereka justru lebih rentan mengalami perdarahan atau gangguan pembekuan ke arah sebaliknya.

Risiko ini terutama terlihat pada perempuan setelah melahirkan. Sebuah penelitian mengenai perdarahan pascapersalinan menunjukkan angka kejadian yang lebih tinggi pada wanita dengan golongan darah O.

Temuan serupa juga muncul dalam studi yang dimuat di jurnal Critical Care, yang menyebutkan bahwa pasien golongan darah O cenderung kehilangan lebih banyak darah setelah mengalami cedera berat.

Di sisi lain, penelitian lain mengungkap bahwa individu dengan golongan darah AB mungkin memiliki risiko lebih besar mengalami gangguan kognitif dibandingkan mereka yang bergolongan darah O. Gangguan ini meliputi kesulitan mengingat, berkonsentrasi, hingga mengambil keputusan.

3 Golongan Darah yang Paling Berisiko Sakit Jantung
Gejala Penyakit Jantung

Perlukah Menyesuaikan Gaya Hidup Berdasarkan Golongan Darah

Walaupun golongan darah terbukti berhubungan dengan risiko penyakit jantung, faktor utama kesehatan kardiovaskular tetap berasal dari gaya hidup. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, serta paparan polusi lingkungan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.

Dr Guggenheim menegaskan bahwa belum ada rekomendasi khusus terkait perubahan gaya hidup berdasarkan golongan darah. Prinsip dasarnya tetap sama, yaitu menerapkan pola makan sehat untuk jantung yang membantu menurunkan peradangan.

Namun, ia membuka kemungkinan bahwa riset di masa depan dapat memberikan panduan yang lebih spesifik. Dalam kondisi tertentu, misalnya, pasien dengan kolesterol normal dan golongan darah A mungkin memperoleh manfaat dari konsumsi aspirin harian. Sementara pada pasien dengan kondisi serupa tetapi bergolongan darah O, pendekatan tersebut belum tentu diperlukan.

“Pola makan seimbang yang mendukung kesehatan jantung adalah saran utama dari dokter mana pun, dan sistem ABO tidak mengubah hal tersebut,” jelas Dr Guggenheim.

Ia juga menekankan bahwa memiliki golongan darah O bukan berarti seseorang sepenuhnya kebal terhadap penyakit jantung. Upaya menjaga kesehatan tetap harus dilakukan secara menyeluruh, apa pun golongan darahnya.

3 Golongan Darah yang Paling Berisiko Sakit Jantung
golongan darah A, B, AB, dan O
Share: