DetikPulsa – Cerita Paling Horor, Junji Ito bukan nama baru dalam ranah adaptasi live-action. Sejumlah karyanya telah lebih dulu diangkat ke layar, mulai dari Uzumaki hingga Tomie yang sukses menjadi film panjang. Kini, salah satu cerita horor ikonis ciptaannya kembali bersiap hadir lewat Netflix.

1 Cerita Paling Horor Junji Ito jadi Live Action di Netflix
The Hanging Balloons dikenal sebagai salah satu karya paling mencekam dari Junji Ito. Cerita ini menampilkan makhluk-makhluk mengerikan hasil imajinasinya, berupa balon berwajah manusia yang menghadirkan teror tanpa alasan jelas.
Sebagai informasi, The Hanging Balloons pertama kali dimuat dalam kompilasi manga Horror World of Junji Ito Collection.
Kisahnya berpusat pada kemunculan balon raksasa dengan wajah warga kota yang melayang dan menyebar ke permukiman. Tujuan mereka hanya satu, menggantung orang-orang yang panik dan tak berdaya saat melihat kedatangannya.

Menariknya, cerita ini termasuk sedikit karya Junji Ito yang memiliki kelanjutan. Sekuel berjudul Return of the Hanging Balloons menghadirkan kembali makhluk-makhluk tersebut dalam cerita pendek yang memperluas teror sebelumnya.
Pada 2023, The Hanging Balloons pertama kali diadaptasi ke layar melalui serial antologi anime Junji Ito’s Maniac: Japanese Tales of the Macabre di Netflix. Studio DEEN menggarap animasinya, dengan satu episode khusus yang menyoroti sosok balon mengerikan tersebut.
Kini, muncul kabar bahwa The Hanging Balloons akan kembali dihadirkan dalam proyek terbaru berjudul Bloody Smart yang dijadwalkan tayang tahun ini.

Bloody Smart disebut akan meramu berbagai karakter dan elemen dari dunia Junji Ito ke dalam satu alur cerita yang saling terhubung. Netflix merilis deskripsi resmi sebagai berikut:
“Di sebuah kota sekolah yang diatur dengan disiplin ketat dan terobsesi pada standar elit, Pohon Buah Darah tumbuh secara diam-diam dan menghasilkan buah berwarna merah gelap. Menurut legenda, buah tersebut dikirim oleh seorang anak laki-laki berpakaian hitam, dan hanya diberikan kepada mereka yang benar-benar membutuhkannya. Ketika buah itu membangkitkan hasrat yang lama terpendam, emosi yang selama ini ditekan mulai meledak, perlahan menyeret kota menuju kehancuran yang tak terelakkan.”







